Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(thevocket.com)
Dream - Kamu tahu Kota Mulia? kota yang terletak di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, ini adalah tempat paling dingin se-Indonesia dengan suhu mencapai 15 hingga 10 derajat Celcius.
Namun sedingin apapun itu, masih jauh terbilang 'panas' jika dibandingkan dengan suhu di Desa Oymyakon, Rusia.
Terang saja, desa yang terletak di wilayah Yakutia, Rusia Timur, itu adalah desa dengan suhu terdingin untuk sebuah permukiman manusia di Bumi.
Suhu desa itu di bulan Januari rata-rata adalah -50 0C, bahkan pernah tercatat suhu di Oymyakon anjlok hingga -71 0C. Berrrrrrr....


Pada tahun 1920-an hingga 1930-an, Oymyakon hanyalah sebuah tempat perhentian kecil para penggembala rusa nomaden untuk memberi minum ternaknya di sebuah sumber air panas.
Pemerintah Uni Soviet pada saat itu membuat suku-suku nomaden ini menetap agar mereka bisa diawasi dengan mudah serta bisa berkembang budaya dan teknologinya, hingga saat ini penduduk di Oymyakon mencapai 500 orang lebih.


Kehidupan di Desa Oymyakon masih sangat sederhana, meski sudah berpuluh tahun menjadi pemukiman permanen sebagian besar rumah masih menggunakan batu bara dan kayu untuk pemanas.

Kesulitan sehari-hari di Oymyakon tak lain adalah suhu dingin yang membekukan nyaris segalanya, mulai dari tinta pulpen yang beku, gelas membeku hingga baterai kehilangan tenaganya.

Bahkan tak jarang penduduk membiarkan mesin mobilnya menyala sepanjang hari karena khawatir akan sukar dihidupkan dalam kondisi dingin.

Tak ada tumbuhan yang tumbuh di Oymyakon. Sehingga warganya mengandalkan daging rusa dan kuda sebagai makanan utama.

Meski hanya makan daging, penduduk desa ini tidak mengalami malnutrisi. Penyebabnya karena susu rusa dan kuda yang mereka konsumsi mengandung banyak mikronutrien.

Satu hal unik lain dari desa dingin ini adalah nama Oymyakon, yang ironisnya berarti " air yang tidak pernah membeku" . Nama ini merujuk pada sebuah sumber air panas tak jauh dari lokasi desa.
(Sumber: thevocket.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya