Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Steve Christian (kanan)
Dream - Berbagai keluhan adanya intrusive advertising atau iklan terselubung banyak dikeluhkan banyak pihak khususnya pengusaha situs internet. Selain kerugian materiil, para pengunjung situsnya sudah pasti menjadi malas.
Keluhan tersebut juga dirasakan CEO Kapanlagi Network (KLN), Steve Christian. Sebagai pengelola sembilan media online, Steve merasakan sulitnya mencegah iklan terselubung Telkomsel dan XL Axiata yang kerap muncul saat pengunjung membuka website via smartphone.
Steve menjelaskan, dengan sembilan media online yang dikelolanya telah mempekerjakan lebih dari 400 pegawai. Menurutnya, adanya iklan terselubung itu membuat para pengiklan resmi bisa kabur. Apalagi untuk membiayai sembilan situs dengan ratusan pegawai ini semua tergantung iklan.
Steve juga khawatir bila seluruh pegawai KLN tidak bisa kembali bekerja lantaran alami kerugian. "Kami memiliki sembilan media, lebih dari 400 orang. Kalau suatu advertising tidak ada, 400 orang itu harus saya rumahkan. Itu besar-besaran," kata Steve saat jumpa pers di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Rabu 24 September 2014.
Steve menganggap bahwa iklan terselubung ini layaknya gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Prabowo Subianto kepada KPU di Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu. Sebab, mereka tidak dapat dicegah dan membajak situs.
"Kalau bahasanya Prabowo (iklan terselubung Telkomsel dan XL Axiata) terstruktur, masif dan sistematis. Masa kita punya (situs) diduduki hal-hal yang tidak benar," ujarnya.
Seperti diketahui, sekitar enam asosiasi telah menyamakan sikap menolak iklan terselubung Telkomsel dan XL Axiata. Enam asosiasi itu adalah Indonesian E-comerce Association (IdEA), Indonesian Digital Association (IDA), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Association of Asia Pacific Advertaising Media (AAPAM) dan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I).
Intrusive advertising merupakan iklan tanpa kejelasan. Biasanya hal itu dapat dilihat saat membuka internet via smartphone. Iklan itu biasanya berbentuk di banner atas situs (off deck) atau bahkan full satu halaman di halaman depan (Interstitial Ads). [Sumber: Merdeka]
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari