Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Peristiwa Isra Miraj merupakan pengalaman spiritual sangat berharga bagi Rasulullah Muhammad SAW. Dalam waktu kurang dari semalam suntuk, Rasulullah berpindah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat dari Allah SWT.
Dalam perjalanan menuju Sidratul Muntaha, Rasulullah melihat banyak sekali kejadian. Ada yang sifatnya menggembirakan, ada pula yang menyedihkan.
Rupanya, peristiwa yang dijumpai Rasulullah ketika menuju Sidratul Muntaha merupakan gambaran masa depan. Semua berkaitan dengan umat Rasulullah.
Dikutip dari Islami.co, Syeikh Najmudin Al Ghaithi dalam kitab Dardir Miraj menjelaskan ada delapan golongan orang yang disaksikan Rasulullah sepanjang dalam Isra Miraj.
Golongan pertama yaitu orang yang gemar bersedekah. Rasulullah melihat mereka memanen tanamannya yang baru saja ditanam.
Ketika dipanen, tanaman itu tumbuh kembali hingga hasil panennya berlimpah. Itu adalah gambaran orang-orang yang rajin bersedekah dan berinfak di jalan Allah.
Golongan kedua yaitu orang-orang yang berpegang teguh pada agama Allah. Rasulullah mencium bau harum lalu bertanya kepada Malaikat Jibril dari mana sumbernya.
Malaikat Jibril menjawab bau harum tersebut berasal dari keluarga Masyitah yang dimasak hidup-hidup oleh Firaun. Sebabnya, keluarga itu teguh memegang keyakinan dengan menolak mengakui Firaun sebagai tuhan.
Golongan ketiga yaitu pemalas menjalankan sholat fardhu. Ketika itu, Rasulullah menyaksikan orang-orang dengan kepala pecah.
Kepala orang-orang itu kembali utuh, lalu pecah lagi dan terus berulang. Rasulullah bertanya kepada Malaikat Jibril apa yang terjadi pada orang-orang itu.
Malaikat Jibril menjawab mereka adalah gambaran orang-orang yang malas mengerjakan sholat fardhu.
Golongan keempat yaitu orang yang enggan bersedekah. Mereka digambarkan dengan sekelompok orang yang memakan dhari atau pohon kering berduri, zaqqum yaitu tumbuhan dengan rasa pahit, serta batu panas.
Golongan kelima, para pezina yang lebih memilih wanita lain daripada istrinya. Mereka digambarkan memegang daging empuk dan daging busuk, namun lebih memilih makan dagung busuk.
Golongan keenam yaitu para perampok. Rasulullah melihat golongan ini seperti kayu di tengah jalan yang membakar orang-orang yang melewatinya.
Golongan ketujuh yaitu para pemakan riba. Golongan ini digambarkan seperti orang berenang di sungai darah.
Golongan kedelapan adalah mereka yang rakus jabatan. Mereka ditampakkan di hadapan Rasulullah sebagai orang-orang yang memikul kayu bakar di pundaknya dan terus menerus menambah kayu meski sebenarnya tidak kuat memikulnya.
Golongan kesembilan adalah pendakwah yang tidak mengamalkan ucapannya. Di hadapan Rasulullah, mereka ditampakkan sebagai orang-orang yang lidahnya dipotong dengan gunting besi.
Golongan kesepuluh adalah mereka yang suka mengumpat. Mereka digambarkan sebagai sekelompok orang berkuku panjang yang terbuat dari tembaga dan mengunakan kuku itu untuk mencakar muka sendiri.
Sedangkan golongan kesebelas adalah para provokator yang digambarkan sebagai sapi besar keluar dari lubang kecil namun tidak bisa kembali lagi. Seperti itulah gambaran provokator, gemar membuat masalah namun tidak bisa menyelesaikannya.
(Sah, Sumber: Islami.co)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya