Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kaligrafi Rasulullah Muhammad SAW (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Saat ini, umat Islam berada di sepertiga akhir bulan Rajab. Lebih tepatnya pada 25 Rajab 1440 H dan lusa, kita akan memperingati peristiwa penting dalam keimanan Islam, Isra' Mi'raj.
Isra' Mi'raj merupakan peristiwa yang melampaui nalar manusia. Dalam waktu kurang dari satu malam, Rasulullah Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha, yang merupakan tempat gaib dan tidak bisa dijamah dengan panca-indera maupun akal manusia.
Peristiwa besar ini hanya dapat diterima manusia melalui keimanan. Karena cerapan indrawi dan nalar tidak mampu menjelaskan bagaimana peristiwa ini terjadi.
Dikutip dari NU Online, karena luar biasanya peristiwa ini, Ayat Alquran menjelaskannya dengan lafal pembuka 'Subhana' yang artinya 'Maha Suci Allah'. Ini karena hanya berkat kehendak Allah saja Rasulullah bisa bepergian lepas dari hukum alam, sebagaimana diterangkan dalam Surat Al Isra ayat 1.
" Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkali sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Dalam ayat ini, Allah ingin menunjukkan kepada Rasulullah mengenai tanda-tanda keagungan-Nya. Pada sejumlah literatur, Rasulullah menyaksikan banyak sekali tanta-tanda keagungan Allah selama menjalani peristiwa Isra' Mi'raj.
Mulai tanda-tanda dalam alam semesta serta terkuaknya rahasia angkasa luar, terbongkarnya misteri alam ghaib. Tak hanya itu, Rasulullah SAW juga mendapatkan pengalaman spiritual yang sangat bermakna dengan bertemu dan bertegur sapa dengan para Nabi terdahulu seperti Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Daud, Sulaiman, Idris, Yahya serta Isa.
Namun dari sekian pengalaman itu, ada satu perintah yang amat penting tidak hanya bagi Rasulullah, melainkan bagi seluruh umat Islam. Isra' Mi'raj adalah peristiwa diturunkannya perintah sholat bagi setiap Muslim.
Sehingga, Isra' Mi'raj harus menjadi momentum penguat keimanan sekaligus sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas sholat. Sebab, sholat tak sekadar sebagai tiang agama, namun juga pencegah dari perbuatan keji dan munkar yang menjerumuskan manusia kepada keburukan.
Sumber: NU Online
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya