Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Suasana Haji Pada Zaman Dahulu (Dream.co.id)
Dream - Beberapa hari ini, masyarakat Indonesia digemparkan kasus tertangkapnya 177 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berangkat saat hendak berangkat haji dari Filipina. Para WNI ini memegang paspor Filipina.
Badan Reserse Kriminal Polri menyebut, terdapat setidaknya tujuh biro perjalanan haji dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang terlibat kasus ini. Polisi pun terus memburu keterlibatan jaringan ini.
Meski ramai di masyarakat, perkara pelik jejak biro perjalanan haji telah lama muncul. Dalam buku Biro Perjalanan Haji di Indonesia Masa Kolonial: Agen Herklots dan Firma Alsegoff & co, Arsip Nasional Republik Indonesia yang terbit tahun 2001, tercatat haji telah menawarkan bisnis tersendiri bagi penjajah kolonial.
Dalam arsip perjalanan haji sejak abad ke-19 dan awal abad ke-20, jemaah haji banyak dirugikan sebagai akibat upaya monopoli pemerintah Hindia Belanda. Kondisi itu diperparah dengan miskinnya pengetahuan calon jemaah haji mengenai situasi di Negeri Jazirah Arab itu.
Akibatnya, para calon jemaah haji harus membayar biaya lebih mahal dari yang seharusnya. Bahkan, parahnya, calon jemaah haji rela hidup dalam perbudakan sebagai kuli kontrak.
Pada 1983an, meningkatnya minat para calon haji membuat pemerintah kolonial Hindia Belanda menawarkan kuota haji ke pihak-pihak swasta. Tetapi, kebijakan itu selanjutnya menimbulkan persoalan.
Kelompok-kelompok pribumi, Indo-Eropa maupun Arab dan keturunan lainnya mendirikan biro perjalanan haji. Kemunculan biro perjalanan haji justru menjadi masalah karena mengeruk keuntungan tanpa memperhatikan keselamatan.
Selengkapnya klik di sini
Advertisement

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor