Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Foto: Independent.co.uk
Dream - Penemuan seekor ikan yang terlilit jaring nelayan di lepas pantai Imizu, di prefektur Toyama, Jepang, membuat masyarakat dan media sosial Negeri Matahari Terbit itu gelisah.
Ikan berukuran hampir 4 meter yang dikenal dengan nama oarfish itu dipercaya sebagai pertanda buruk.
Masyarakat Jepang meyakini kemunculan ikan oarfish menjadi pertanda akan datangnya gempa bumi dan tsunami.
Melansir independent.co.uk, oarfish ditemukan dalam keadaan mati pada senin 28 Januari lalu.
Masyarakat sekitar memutuskan untuk tetap membawa ikan sepanjang 4 meter itu ke akuarium Uozu terdekat untuk dipelajari.
Spesies ini dicirikan oleh tubuhnya yang keperakan, panjang, dan bersirip merah.
Oarfish sendiri biasanya menghuni perairan laut dalam sehingga jarang terlihat di permukaan. Tak heran jika kemunculannya di permukaan membuat masyarakat Jepang terkejut.
Warga meyakini jika sampai ikan oarfish terlihat di permukaan pertanda akan datang bencana alam.
Reputasi ikan dengan nama lokal ryugu no tukai (utusan dari istana raja naga) sebagai indikator malapetaka kian menjadi dikala 10 ekor ikan ini terdampar di sepanjang garis pantai pada 2010 lalu.
Pada Maret 2011, gempa berkekuatan 9 skala richter menerjang timur laut Jepang dan memicu tsunami besar yang menewaskan hampir 19 ribu orang. Terjangan tsunami dan goncangan gempa juga menghancurkan pembangkit nuklir Fukushima.
Dengan bayang-bayang memori tersebut, wajar saja jika masyarakat Jepang tiba-tiba khawatir.
Sementara jika menggunakan pendekatan ilmiah, ikan laut dalam yang naik ke permukaan mungkin bereaksi atas pergerakan garis patahan seismik yang tidak biasa sebelum gempa bumi.
Hiroyuki Motomura, seorang professor ichthyololgy di Kagoshima University, punya penjelasan yang lebih inlimah terkait penemuan ikan oarfish baru-baru ini.
“ Saya punya sekitar 20 spesimen ikan ini dalam koleksi saya sehingga ia bukan spesies yang sangat langka,” katanya, seperti dilaporkan SCMP.
Tapi, tambahnya, dia percaya bahwa ikan ini cenderung naik ke permukaan ketika kondisi fisik mereka sedang buruk.
“ Terbawa arus air, itulah sebabnya mereka begitu sering mati ketika ditemukan,” sambungnya.
Dia juga menambahkan bahwa tautan ikan ini dengan aktivitas seismik telah terjadi selama bertahun-tahun.
“ Tapi tidak ada bukti ilmiah tentang hubungan itu, jadi orang-orang tidak perlu khawatir,” ujarnya, mantap.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
