Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dream - Terdakwa kasus kopi bersianida, Jessica Kumala Wongso, sangat menyayangkan masalah pribadinya disorot sejak polisi menahannya. Apa yang dia lakukan selalu salah. Tak ada yang benar.
“ Semua yang saya lakukan salah di hadapan jaksa,” kata Jessica saat membaca duplik di Pengadila Negeri Jakarta Pusat, Kamis 20 Oktober 2016.
Jessica juga menyoroti berbagai analisa yang diajukan jaksa untuk membuktikan pembunuhan yang dituduhkan kepadanya.
Terutama, analisa ahli yang diajukan jaksa ke pengadilan. “ Berdasarkan bentuk wajah saya.”
© Dream
Tak hanya itu, Jessica juga menyorot tudingan jaksa yang menyebut dirinya hanya diam saja saat Mirna meregang nyawa usai meminum kopi di Kafe Olivier.
“ Saya diam, saya disebut pembunuh berdarah dingin. Saat saya terseyum, juga di sebut tidak menghormati Mirna,” kata dia. “ Semua yang saya lakukan salah.”
© Dream
Menurut Jessica, semua itu adalah fitnah. Dia tidak pernah melakukan semua tuduhan itu, terutama meracun Mirna. “ Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.”
Dia menambahkan, fitnah itu sangatlah kejam. Apalagi saat jaksa menyebut dirinya harus bersyukur karena masih hidup, tidak meninggal seperti Mirna.
“ Bisa jaksa bayangkan bagainmana kalau anak jaksa, keluarga jaksa, berada dalm posisi saya,” ujar Jessica. Dia mengaku takut dengan kedekatan jaksa dengan keluarga Mirna.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya