Jessica Kesal Dipaksa Tes Kejiwaaan Saat Haid

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 12 Februari 2016 14:26
Jessica Kesal Dipaksa Tes Kejiwaaan Saat Haid
"Kalau di test segala macam. Jadi lamban. Seharusnya istirahat dong, buruh pabrik saja ada cuti haidnya".

Dream - Jessica Kumala hingga kini masih berada di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat untuk menjalani tes psikologi.

Meski begitu, kuasa hukum Jessica, Wahyudi Wibowo, Jessica mengatakan jika kliennya perlu istirahat. Yudi mengatakan saat ini kondisi kesehatan Jessica menurun.

" Kesehatannya menurun karena dia sedang haid. Dia haid sejak kemarin," ujar Yudi, Jumat, 12 Februari 2016.

Dia menyesalkan sikap polisi yang masih saja memaksakan kliennya itu untuk menjalani tes psikologis di rumah sakit. Dia pun memprotes tindakan polisi itu.

" Kalau di tes segala macam. Jadi lamban. Seharusnya istirahat dong, buruh pabrik saja ada cuti haidnya," ujar dia.

Yudi tidak mempermasalahkan pemeriksaan Jessica oleh penyidik. Tetapi, melihat kondisi yang sedang tidak sehat, polisi harusnya menghentikan sementara pemeriksaan hingga kondisi Jessica pulih.

" Itu kan hak tiap wanita. Kodrat alami dari Tuhan. Jangan dirampas haknya," ucap dia. (Ism) 

1 dari 4 halaman

Fakta di Balik Perlakuan `Istimewa` Jessica di Sel

Dream - Tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso menempati sel khusus dengan fasilitas berbeda dari tahanan lainnya. Ruangan tahanan Jessica juga dijaga ketat dua orang Polwan selama 24 jam.

" Kami harus jaga dia semaksimal mungkin. Jadi kita awasi 24 jam dengan dua orang Polwan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal, kemarin. 

Iqbal menjelaskan, penjagaan ketat Jessica untuk mengantisipasi tindakan yang tidak diinginkan.

Dalam pengawasan itu, barang-barang yang bisa membuat celaka juga disingkirkan. Walaupun dibedakan, pemeriksaan terhadap pengunjung dan Jessica cukup ketat.

Penjagaan cukup ketat dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Karena bisa saja tersangka tertekan dan melakukan hal yang tidak diinginkan seperti bunuh diri, melukai dirinya sendiri dan lainnya.

" Bisa saja dia depresi dan bertingkah aneh, tapi sampai saat ini tidak ada keanehan yang terjadi tapi kami berjaga-jaga saja," kata Iqbal menambahkan. (Ism) 

2 dari 4 halaman

Dugaan Mengejutkan Motif Pembunuhan Mirna

 

Dream - Sudah hampir sebulan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin berjalan. Tetapi, hingga kini kepolisian Polda Metro Jaya belum mengungkapkan motif di balik pembunuhan Mirna.

Dharmawan Salihin, ayah Mirna menepis kabar terbunuhnya putrinya berlatar belakang bisnis. Sebab, menurut dia, antara Jessica dan Mirna tidak memiliki ikatan bisnis.

" Wah kejauhan, nggak ada kaitannya. Om kerja apa, dengan Mirna dan Jessica ngak ada kaitannya. Dia (Jessica-red) baru pertama kali lihat," kata Dharmawan usai mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu 10 Februari 2016.

Dharmawan mengatakan posisi sebagai pemimpin perusahaan miliknya terbilang sudah cukup lama. Tapi, Dharmawan menyebut, proses belajar Mirna untuk memimpin perusahaan miliknya terbilang baru.

" Dari dulu juga sudah menjabat. Tapi kan ngajarin kerjanya baru pas pulang dari Australia dan nikah," ujar dia.

Lebih jauh, mengenai aktivitas Mirna dan Jessica di Negeri Kanguru itu, yang diselidiki Polisi Federal Australia (AFP), Dharmawan enggan menanggapi.

Meski telah mendengar informasi yang diberikan polisi Australia kepada Polda Metro Jaya, dia enggan membeberkan hasil temuan itu.

" Saya kalau ngomong semua, sama saja saya telanjangin semuanya," ucap dia.

Menurut dia yang terpenting saat ini adalah kasus ini dapat cepat disidangkan. Sebab, sejauh pengelihatannya polisi dan jaksa telah mengoreksi berkas kasus kematian Mirna.

" Insya Allah doain saja supaya kasus ini cepat disidangkan. Mudah-mudahan bisa cepat nih, nggak ada kurang apa-apa," kata dia.

Seperti yang diketahui sebelumnya, perngacara Jessica yaitu Yudi Wibowo sempat membuka dugaan kasus yang menimpa kliennya.

Kala itu, Yudi mengatakan jika motif warisan bisa saja muncul dan menjerat Arief Soemarko, suami Mirna.

‎" Siapa yang ngomong warisan. Jessica kan nggak ada saudara sama Bapaknya Mirna. Kalau dapat warisan motifasinya ya suaminya (Arief-red)," ujan dia menerangkan. (Ism)

3 dari 4 halaman

Membongkar Hubungan Jessica dengan Mirna di Australia

Dream - Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Carnavian menjelaskan kerjasama Polri dengan Kepolisian Federal Australia (AFP), terkait kasus kematian Wayan Mirna Salihin. 

Menurut Tito, kerja sama dua kepolisian itu untuk mendapatkan kejelasan hubungan tersangka Jessica Kumala dengan Mirna.

" Kami sudah mendapat prosedur di sana. Kami sudah mendapatkan izin dari Kepolisian Australia dan ini waktu kami menginvestigasi," kata Tito di Polda Metro Jaya, Rabu 10 Januari 2016.

Tito menambahkan, kerja sama dengan polisi Australia juga untuk melihat perkawanan dua perempuan itu selama bersekolah di Billy Blue of College, Sidney, Australia.

" Kami menghubungi teman-teman polisi Australia untuk melihat bagaimana hubungan antara Jessica dan Mirna dan (teman-temannya-red) yang lain lain," ucap dia.

Tak hanya itu, penyidikan Polda Metro Jaya dan polisi Australia untuk melihat karakter Jessica selama di Australia. Penyidikan ini sekaligus untuk membongkar hubungan Jessica dengan Mirna.

" Kami ingin tahu hubungan jessica dengan Mirna dengan lebih spesifik. Kami mau tahu profil Jessica termasuk karakter selama dia hidup di Australia. Hal itu untuk mencari tahu kemungkinan motif hubungan Mirna dengan Jessica," kata dia.

4 dari 4 halaman

Status Kewarganegaraan Jessica

Dream - Mengenai status kewarganegaraan Jessica yang disebut-sebut telah menjadi warga negara Australia, Tito menampik informasi itu. Menurut dia, status kewarganegaraan Jessica masih merupakan warga negara Indonesia.

" Setiap warga negara Indonesia dimanapun berada jika melakukan pidana. Dia tetap diproses, tidak perlu diekstradisi kan dia warga negara Indonesia," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Tito juga menampik persoalan yang muncul karena adanya dua versi rekonstruksi. Sebab, dalam sistem hukum yang dianut di Indonesia, mengatur adanya dua rekonstruksi semacam itu.

" Tidak masalah, dia berpendapat silahkan saja. Dalam sistem hukum tersangka memiliki hak untuk menolak, diam, berpendapat sendiri, inikan juga proses," ucap dia.

Beri Komentar