5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Dream - Jessica Kumala Wongso merasa terus-menerus mendapat fitnah dengan dituduh sebagai pembunuh Wayan Mirna Salihin ini. Selama ini, kata Jessica, hanya bisa duduk dan mendengar tuduhan jaksa. Sehingga duplik kali ini menjadi kesempatan memperjuangkan kebebasannya.
“ Pada persidangan yang lalu, sekali lagi saya hanya bisa duduk diam dan mendengarkan tuduhan-tuduhan dari Jaksa Penuntut Umum dengan berpikir kapan penderitaan ini akan berakhir,” kata Jessica di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 20 Oktober 2016.
Dalam duplik –yang dibaca untuk menanggapi replik jaksa– Jessica menegaskan sel yang dia tempati benar-benar buruk. Tak semewah sebagaimana disebut oleh jaksa.
“ Tikus sering keluar dari lubang pembuangan adalah sebagaimana saya ceritakan di persidangan ini,” kata Jessica.
© Dream
Menurut Jessica, sel isolasi itu digunakan untuk tahanan yang melakukan pelanggaran saat ditahan dan juga tahanan kasus pembunuhan yang baru ditangkap.
“ Pada saat itu ada tersangka pembunuhan dengan korban anak kecil, orag dewasa, dan kasus mutilasi. Mereka hanya ditahan beberapa minggu sebelum dipindahkan ke sel biasa, tidak empat bulan seperti saya,” tambah dia.
Di depan persidangan itu, Jessica menegaskan bahwa mendekam di dalam tahanan itu bukanlah pilihannya. Dia tidak mungkin ingin berlama-lama di sana.
“ Tidak mungkin saya ingin berlama-lama di ruang tersebut dan penyidik sering menakut-nakuti saya kalau tahanan lain bisa berbuat jahat kepada saya. Dan sel tersebut telah direnovasi setelah saya mengikuti persidangan.”
© Dream
Menurut Jessica, sel mewah yang ditunjukkan jaksa melalui foto hanyalah fitnah belaka. Sebab, foto itu bukanlah sel, melainkan hanyalah ruang serba guna.
“ Ruang serba guna yang digunakan juga oleh tahanan lain untuk kerohanian, konseling dengan psikolog atau dengan petugas,” tutur dia.
Jessica mengaku tidak menyangka foto itu akan digunakan di dalam eprsidangan dan untuk menuduhnya sebagai pembohong.
“ Alangkah keji dan saya pun tidak paham kenapa Jaksa Penuntut Umum tega menyebut bahwa foto itu adalah ruangan saya ditahan.”
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?