Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (Foto: Instagram Liputan6.com)
Dream - Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspai penyebaran Covid-19 di klaster kantor, keluarga, dan pilkada.
" Hati-hati ini perlu saya sampaikan. Hati-hati yang namanya klaster kantor. Yang ke dua, klaster keluarga, hati-hati. Yang terakhir, juga klaster Pilkada. Hati-hati ini, agar ini selalu diingatkan," kata Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin 7 September 2020.
Jokowi meminta jajarannya untuk fokus dalam penanganan 3 klaster tersebut. Selama ini, pemerintah lebih fokus terhadap penyebaran di tempat umum namun melupakan penanganan di klaster terkecil.
" Karena di rumah kita sudah merasa aman. Justru di situlah, yang kita harus hati-hati dalam perjalanan masuk kantor kita juga sudah merasa aman, sehingga kita juga lupa di dalam kantor protokol kesehatan," ujarnya.
Selain itu, Jokowi meminta Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Menteri Kesehatan, serta TNI-Polri fokus mencegah penyebaran Covid-19 di semua klaster.
Jokowi menilai apabila penanganan Covid-19 membaik maka perekonomian Indonesia dapat kembali pulih.
" Sekali lagi kalau penanganan covid baik, kalau kesehatan baik, ekonominya juga akan membaik," terangnya.
Jumlah kasus positif Corona atau Covid-19 di Indonesia mengalami penambahan sebanyak 3.444 orang pada Minggu 6 Juli 2020. Dengan begitu, maka total akumulatif 194.109 orang sudah dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19.
Lalu, untuk jumlah kasus sembuh pada hari ini ada 2.174 orang. Sedangkan jumlah kumulatif yang dinyatakan sembuh sebanyak 138.575 orang.
Kemudian, untuk pasien meninggal pada hari ini berjumlah 85 orang dan total akumulatif ada 8.025 orang. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Provinsi DKI Jakarta mencatatkan penambahan kasus tertinggi terkait infeksi Covid-19 di Indonesia.
Dilaporkan sebanyak 1.176 kasus positif terjadi di Jakarta. Sedangkan untuk kasus sembuh mencapai 801 orang.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya