Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Lonjakan kasus virus corona terjadi pada salah satu tempat terpencil di Perancis. Setelah para tamu mengikuti pesta atap di hotel Cap d’Agne. Tak ada satupun dari mereka yang menerapkan protokol kesehatan. Meskipun hingga saat ini pandemi covid-19 belum berakhir.
Infeksi telah menyebar luas di resor tersebut. Tempat ini dikenal sebagai kota dimana wisatawan bisa leluasa tampil tanpa sehelai pakaian yang terbesar di dunia. Di tempat ini, tampil tak berbusaha sudah menjadi hal yang legal.
Diketahui sekitar 240 orang dari 800 tamu undangan terkonfirmasi positif tertular virus covid-19. Pihak penyelenggara mengatakan tidak ada tindakan jarak sosial meskipun di tengah pandemi.
Pekan lalu diketahui sebanyak 95 tamu dinyatakan positif. Dan 50 orang lainnya terinfeksi setelah kembali ke rumah.

Resor ini memiliki " naturiste desa" mandiri yang lengkap dengan selusin klub swinger, sauna dan menawarkan klub malam erotis.
Resor ini diklaim sebagai salah satu tempat terbaik. Bahkan jumlah pengunjungnya dapat mencapai 50.000 orang dalam satu waktu.
“ Kami semua tahu, mengapa kami ada disini,” ungkap salah seorang pengunjung.
Lonjakan kasus covid-19 telah terjadi sejak akhir Agustus lalu. Berbagai pesta yang diselenggarakan, masih belum memberlakukan tindakan kesehatan sebagaimana mestinya.

Sepasang suami istri berusia 60-an mengakui mereka sangat berhati-hati agar tidak terlalu dekat dengan banyak orang.
Mereka menghubungkan virus itu berasal dari anak-anak muda yang terlalu berani mengambil risiko besar.
Manajer desa Mediterania, David Madella mengatakan 40 persen pengunjungnya adalah orang asing. Sebagian besar berasal dari Belanda, Jerman, Italia, dan Inggris.
Seorang juru bicara Prefektur Herault menggambarkan wabah covid-19 sebagai situasi yang mengkhawatirkan. Ia meminta siapapun yang berencana mengunjungi resor ini untuk menunda perjalanan mereka. Karena adanya lonjakan kasus yang terjadi.
(Sumber: dailystar.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya