Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap gempa kerak dangkal akibat aktivitas sesar aktif di Pulau Jawa. Gempa ini berisiko menimbulkan kerusakan.
" Gempa akibat aktivitas sesar aktif, meskipun magnitudonya tidak terlalu besar maka patut diwaspadai. Keberadaan sesar aktif yang jalurnya dekat kawasan permukiman tentu sangat berisiko dapat menimbulkan kerusakan dan juga korban jiwa," kata Daryono.
Dalam catatan BMKG, terjadi empat kali gempa kerak dangkal pada Kamis dan Jumat, 3-4 September 2020. Gempa pertama terjadi Kamis, pukul 05.00.36 WIB magnitudo 2,2 dengan lokasi episenter di koordinat 7,12 LS dan 109,78 BT tepatnya di jarak 14 Kilometer utara Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, kedalaman 10 Km dirasakan di Dieng I-II MMI.
Gempa kedua dengan magnitudo 2,7 terjadi Kamis pukul 20.42.39 WIB di lokasi episenter 7,08 LS dan 106,95 BT. Tepatnya di jarak 18 Km tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat dengan kedalaman 10 Km dirasakan di Kecamatan Nyalindung Sukabumi II-III MMI.
Gempa ketiga dengan magnitudo 3,1 terjadi Jumat, 4 September 2020, pukul 00.07.15 WIB dengan lokasi episenter di koordinat 7,93 LS dan 110,48 BT jarak 15 Km dari Bantul arah Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Kedalamannya 5 Km dirasakan di Bantul II MMI.
Sedangkan gempat keempat dengan magnitudo 3,3 terjadi Jumat pukul 13.30.52 WIB dengan lokasi episenter di koordinat 7,11 LS dan 106,93 BT. Tepatnya di jarak 20 Km tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat dengan kedalaman 4 Km dirasakan di Kecamatan Nyalindung II-III MMI.
Empat gempa tersebut adalah jenis gempa kerak dangkatl akibat sesar aktif. Gempa Dieng dipicu sesar lokal di sekitar Pegunungan Dieng, gempa Sukabumi dipicu sesar aktif zona Cipamingkis, dan gempa Bantul dipicu sesar di zona Sesar Opak.
Menurut Daryono, kerusakan pada bangunan rumah akibat gempa tidak harus akibat sesar aktif berkekuatan besar. Dalam catatan BMKG, sejak 2015 di Pulau Jawa sedikitnya telah terjadi lima kali gempa merusak akibat sesar aktif dengan kedalaman dangkal dan magnitudo kurang dari 5,0.
" Gempa tidaklah membunuh atau melukai, karena yang menimbulkan korban jiwa yang sebenarnya adalah bangunan tembok dengan kualitas rendah, asal bangun tanpa mengacu aturan bangunan tahan gempa, sehingga saat terjadi gempa bangunan tembok seperti itu dapat roboh dan menimpa penghuninya," kata Daryono.
(Sumber: Kabar Priangan)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya