Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin (Kemenag)
Dream - Kementerian Agama segera menggulirkan program sertifikasi bagi penceramah. Program ini dijalankan dengan keterlibatan sejumlah pihak, seperti organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga negara.
Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, mengatakan, sebagai target awal, sebanyak 8.200 penceramah dapat mengikuti program ini. Sedangkan pelaksanaannya dilakukan secara kolaboratif dengan Kemenag sebagai koordinator dan fasilitator.
" Program penceramah bersertifikat akan melibatkan banyak pihak, termasuk Lemhanas, BPIP, dan BNPT," ujar Kamaruddin melalui keterangan tertulis diterima Dream.
" Program ini juga akan melibatkan MUI dan ormas Islam lainnya," lanjut dia.
Untuk pemilihan narasumber, Kamaruddin menyatakan peran serta ormas dibutuhkan. Tujuan dari program ini untuk pengarusutamaan moderasi beragama.
" Inti program ini adalah penguatan wawasan kebangsaan dan pengarusutamaan pemahaman keagamaan rahmatan lil alamin," kata dia.
Dream - Dalam pelaksanan haji, terdapat banyak kaidah yang harus dijalankan oleh setiap jemaah. Sementara, jemaah haji sendiri dibedakan menjadi laki-laki dan perempuan yang tentu berdampak pada perbedaan aturan fikihnya.
Menyadari hal tersebut, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag menyiapkan buku manasik haji khusus bagi jemaah perempuan. Buku tersebut akan berisi segenap ketentuan fikih bagi perempuan ketika melaksanakan ibadah haji.
" Kemenag akan menyiapkan Buku Manasik Haji Perempuan dan Buku Saku Manasik Haji Perempuan," ujar mantan Kasubdit Advokasi Haji, Wawan Djunaedi.
Gagasan penerbitan buku ini bermula dari diskusi Wawan dengan Direktur Bina Haji, Khoirizi. Menurut Wawan, manasik haji bagi jemaah perempuan jauh lebih kompleks dibandingkan dengan jemaah laki-laki.
" Hal ini berlatar belakang karena banyaknya perbedaan antara manasik haji laki-laki dan perempuan yang terhitung lebih kompleks bagi perempuan," kata dia.
Saat ini, dua buku tersebut masih dalam tahap pencetakan. Nantinya, buku manasik haji perempuan akan dibagikan kepada seluruh pembimbing haji dan buku saku manasik haji perempuan dibagikan kepada jemaah perempuan.
" Untuk para pembimbing manasik haji akan dibagikan Buku Manasik Haji Perempuan karena berisi fikih-fikih manasik haji perempuan, sedangkan buku sakunya akan dibagikan kepada jemaah haji perempuan," ucap dia.
Sumber: Kemenag
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya