Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bendera Timor Leste (Foto: SHutterstock)
Dream - Akhir-akhir ini muncul kabar mengenani Timor Leste yang ingin bergabung kembali dengan negara Republik Indonesia.
Isu tersebut diperkuat dengan dugaan bahwa rakyat Timor Leste ingin bergabung kembali bila diberi kesempatan kedua.
Seperti yang kita ketahui, Timor Leste sempat menjadi bagian dari Tanah Air. Namun pada 20 Mei 2002, mereka memutuskan untuk memerdekakan diri dari Indonesia.
Berikut fakta-fakta terkait Timor Leste yang dilansir dari Pikiran-rakyat.com:
Sebelum merubah nama, Timor Leste merupakan provinsi ke-27 di Indonesia yang menjadikan daerah tersebut menjadi provinsi termuda dengan nama Timor Timur (Timtim).
Pada 19 Desember 1998, Presiden Indonesia saat itu B.J Habibie mendapat surat dari Perdana Menteri Australia terkait kemerdekaan Timor Timor.
Atas beberapa pertimbangan, B.J Habibie akhirnya memutuskan untuk melepaskan provinsi tersebut secara baik-baik, namun gesekan tak terhelakkan.
Pada tahun 1999, terdapat protes massal yang menewaskan cukup banyak orang di wilayah Timor Timur.
Setelah melalui proses panjang dan pertumpahan darah, pada 20 Mei 2002, Timor Timur akhirnya menjadi negara merdeka dan berganti nama Timor Leste berdasarkan keputusan Presiden Abdurrahman Wahid sebagai pengganti B.J Habibie.

Setelah lebih dari 21 tahun meredeka, terdapat isu yang menarik perhatian publik bahwa negara koloni Portugis tersebut ingin bergabung kembali dengan Indonesia.
Menurut isu yang beredar, keinginan kembali lantaran adanya dugaan sumber daya alam di Timor Leste tidak cukup untuk bertahan hidup bagi rakyatnya. Bahkan negara tersebut masih bergantung dengan impor bahan-bahan pokok dari Australia dan Indonesia.

Faktor ekonomi diduga menjadi faktor yang mendorong keinginan rakyat Timor Leste kembali bergabung dengan Indonesia.
Menurut data laporan dari United Nation Development Programme (UNDP), Timor Leste berada di peringkat ke 152 dari 162 negara termiskin di dunia.
Pada Selasa 2 September 2020 lalu, Timor Leste sempat menjadi trending topic di media sosial Twitter. Bahkan, salah satu politi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, angkat bicara.
Dalam akunnya Twitter pribadinya @FerdinandHaehan3, ia mengungkapkan bahwa dirinya mendukung secara terang-terangan bergabungnya Timor Leste dengan Indonesia.
Menurutnya, Timor Leste memiliki tanah yang tak begitu subur sehingga kesulitan memenuhi kehidupan rakyatnya.
" Timor Leste ini sebuah wilayah tak punya sumber daya alam memadai, tanah tak begitu subur bahkan kering. Inilah akibat dari nasionalisme sempit yang tak melihat realita akhirnya kesulitan," tulisnya.
Secara pribadi ia pun menyatakan akan mendukung Timor Leste jika ingin bergabung kembali dengan Indonesia.
" Secara pribadi saya mendukung Timor Leste kembali ke Indonesia," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya