Jokowi: Keroncong dan Dangdut Lebih Bagus Ketimbang K-Pop

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 5 Maret 2019 06:02
Jokowi: Keroncong dan Dangdut Lebih Bagus Ketimbang K-Pop
Jokowi yakin masyarakat Indonesia tak bisa dipengaruhi budaya asing bermuatan negatif .

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut musik dangdut dan keroncong lebih bagus ketimbang Korea pop (K-Pop). Pendapat itu disampaikan Jokowi di sela-sela pengarahan siswa SMA Taruna Nusantara di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

" Kita boleh lihat K-pop, tapi kita punya yang lebih bagus, keroncong, dangdut, di Ambun bagus-bagus. Enggak perlu kita senang dengan budaya asing, ya kalau mau nonton silakan, mau lihat silakan buat pembanding, komparasi," ucap Jokowi, dikutip dari Liputan6.com, Senin, 4 Maret 2019.

Jokowi menyebut, pelajar SMA Taruna Nusantara tak perlu khawatir dengan budaya asing yang masuk ke Indonesia. Jokowi menilai, sudah banyak sekolah yang menanamkan pendidikan karakter, budi pekerti, sopan santun, dan tata krama kepada siswanya.

" Pendidikan seperti ini memang ditumbuhkan dari usia dini, agar karakter itu enggak hilang dari Indonesia," kata dia.

Jokowi yakin, masyarakat Indonesia tak akan mudah dipengaruhi budaya asing bermuatan negatif. Sebab, Indonesia telah memiliki Pancasila.

" Saya yakin kita memiliki kekuatan yang baik. Karena kekuatan ideologi kita sangat memengaruhi, sehingga sulit ditembus budaya luar," ujar dia.

 

1 dari 2 halaman

Pidato Jokowi di Depan Tokoh Dunia: Mau Hati Senang? Dengarkan Dangdut

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia termasuk negara yang masyarakatnya paling bahagia ke delapan di dunia. Tak hanya itu, Indonesia juga masuk ke daftar negara paling optimistis. Fakta ini berdasarkan survei Gallup International tahun 2017.

Dikutip dari akun Facebook resminya, @Jokowi, Jumat 12 Oktober 2018, Jokowi mengatakan hal itu di depan para tokoh dunia yang hadir dalam pertemuan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia. Kala itu, mantan gubernur DKI Jakarta ini menghadiri forum yang membahas tujuan pembangunan berkelanjutan.

“ Soal kebahagiaan, saya bertanya kepada para tokoh dunia yang hadir, ‘Apalah Anda merasa bahagia? Apa yang menyebabkan Anda bahagia?’,” tulis Jokowi.

Dia menyarankan warga dunia untuk datang ke Indonesia jika ingin mencari kebahagiaan. Jokowi juga menyarankan para turis untuk jalan-jalan ke beberapa tempat di Indonesia.

“ Lalu, apa yang membuat masyarakat Indonesia bahagia? Silakan cari tahu sendiri. Mungkin Anda dapat berjalan-jalan ke beberapa tempat di Indonesia dan menghabiskan uang dollar Anda sebagai turis untuk mencari tahu,” tulis mantan walikota Solo ini.

Jokowi juga menyarankan warga dunia untuk mendengarkan musik dangdut. Alasannya, musik dangdut ini bisa membuat hati senang. “ Dengarkan musik dangdut. Itu salah satu musik paling menyenangkan di dunia,” tulis dia.

 

2 dari 2 halaman

Jokowi: Media Sosial Bagai Hutan Belantara

Dream - Geliat konten di media sosial semakin beragam. Muncul banyak sekali konten mendidik dan menghibur, namun tidak sedikit pula berupa kabar palsu meresahkan. 

Hal ini tidak luput dari perhatian Presiden Joko Widodo. Dia sampai menyebut media sosial sebagai hutan belantara informasi dan mengimbau masyarakat berhati-hati dalam mengonsumsi kontennya.

"Media sosial adalah hutan belantara berita dan informasi. Di dalamnya, kita harus pandai-pandai memilah: mana substansi dan sekadar sensasi, yang benar dan yang salah, yang asli dan yang palsu, ujaran kebenaran dan kebencian, suara dan kegaduhan, voice dan noise," tulis Jokowi di akun Instagram @jokowi, Kamis 11 Oktober 2018.

      View this post on Instagram

Media sosial adalah hutan belantara berita dan informasi. Di dalamnya, kita harus pandai-pandai memilah dan memilih: mana substansi dan sekadar sensasi, yang benar dan yang salah, yang asli dan yang palsu, ujaran kebenaran dan kebencian, suara dan kegaduhan, voice dan noise. Selamat pagi.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Dikutip dari Liputan6.com, Polri mencatat selama empat hari berjalannya masa kampanye pemilihan presiden 2019 sudah ada tiga ribuan berita hoaks tersebar di media sosial.

Untuk menghindari itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengimbau agar masyarakat tak terlampau serius menanggapi berbagai unggahan di media sosial (medsos).

"Jangan gampang baperan. Dari pada buang-buang pulsa mending delete saja," ujar Rudiantara,

Selama Pemilu 2019, Kemkominfo dan Bawaslu akan mengawasi media sosial dan area yang menjadi tanggung jawabnya. Rudiantara juga mengajak masyarakat tidak menjadikan media sosial untuk menyerang, namun beradu gagasan untuk kebaikan Indonesia.

"Ini kan pesta demokrasi, namanya pesta harus happy, jangan jelek-jelekan, gontok-gontokan, gebuk-gebukan. Harusnya sampaikan yang baik-baik seperti program atau visi misi saja," kata Rudiantara.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone