Amuk Jokowi dan Kritik PKS

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 1 Juli 2020 13:02
Amuk Jokowi dan Kritik PKS
Bagi PKS, seharusnya Jokowi memantau langsung hari demi hari kebijakan menterinya dalam menangani krisis.

Dream - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga ikut menyoroti marahnya Presiden Jokowi atau Joko Widodo dalam sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 18 Juni 2020 lalu.

Sebagai Kepala Pemerintahan, PKS menilai, seharusnya Jokowi memantau langsung hari demi hari kebijakan menterinya dalam menangani krisis. Bukan justru mengungkapkan rasa kecewanya.

" Arahan Presiden Jokowi itu lebih banyak berkeluh kesah atas masalah di internal Kabinet, yang hanya membebani psikologi masyarakat Indonesia," Kata Juru Bicara PKS Pipin Sopian di Jakarta, Selasa 30 Juni 2020.

" Ada pepatah dalam manajemen kepemimpinan itu 'you get what you inspect, not what you expect'. Jika Presiden memiliki sense of crisis seharusnya beliau fokus mengawal day by day kinerja menteri-menterinya yang ditugasi khusus menangani Covid-19," tuturnya.

1 dari 3 halaman

Alasan di Balik Kemarahan Jokowi

Menurut Ketua Departemen Politik DPP PKS itu, beban masyarakat saat ini semakin tinggi di masa pandemi. Oleh karena itu, masyarakat butuh solusi konkrit dalam penanganan pandemi dan dampaknya.

Pipin menilai, arahan Jokowi menggambarkan rapuhnya soliditas Kabinet Indonesia Maju. Bahkan, sampai menyatakan misalnya dalam belanja kementerian bidang kesehatan, dari Rp75 triliun yang dianggarkan, baru 1,53 persen yang dikeluarkan.

" Kasus seperti ini bukan untuk diungkap ke publik. Selesaikan langsung di internal kabinet. Kalau kerja menterinya enggak beres. Silakan diberhentikan dan diganti. Bukan malah ngancam-ngancam reshuffle," ujarnya.

(Sumber: Merdeka.com)

2 dari 3 halaman

Dream - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan alasan di balik kemarahan Presiden Joko Widodo kepada para anggota kabinetnya dikarenakan penanganan virus Covid-19 belum sesuai dengan harapannya.

Video Jokowi meluapkan emosinya saat sidang kabinet paripurna pada Kamis, 18 Juni 2020 beredar viral di media sosial. Video itu diketahui diunggah di kanal Youtube resmi Sekretariat Kabinet.

" Presiden beberapa kali katakan ini dan masih ada beberapa di lapangan yang tidak sesuai dengan harapan beliau, maka penekanaan saat ini lebih keras dari sebelumnya," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 29 Juni 2020.

Menurut dia, Jokowi ingin para menterinya bekerja lebih keras dalam situasi krisis akibat pandemi virus corona. Moeldoko mengatakan Jokowi khawatir para menterinya masih bersikap normal di situasi krisis. Sehingga, dia memberi perringatan.

" Presiden khawatir para pembantunya ada yang merasa saat ini situasi normal. Untuk itu diingatkan, ini peringatan kesekian kali. Peringatannya adalah ini situasi krisis yang perlu ditangani secara luar biasa," jelasnya.

Moeldoko menuturkan Jokowi ingin masalah kesehatan, sosial, dan ekonomi menjadi prioritas dalam penanganan corona di tanah air. Namun, nyatanya masih ada sejumlah sektor yang masih lemah, khususnya bidang kesehatan.

Hal ini lantaran penyerapan anggaran di Kementerian Kesehatan baru 1,53 persen dari total Rp 75 triliun yang dianggarkan Kementerian Keuangan. Kemudian, masalah pendataan insentif tenaga medis dan regulasi yang terlalu lama.

" Hal-hal seperti ini akan jadi penghambat menteri bekerja. Tapi sekali lagi persoalannya bagaimana cara-cara baru untuk siasati perlu dilakukan," tutur Moeldoko.

Singgung Reshuffle

Presiden Jokowi© Liputan6.com

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengancam akan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Nada bicara Jokowi berulang kali meninggi saat berpidato.

Dia tampak marah karena melihat menterinya yang masih bekerja biasa-biasa saja di tengah situasi krisis akibat pandemi virus corona.

Masih dengan nada tinggi, Jokowi menyatakan akan mengambil langkah tegas bagi menterinya masih bekerja biasa-biasa saja di masa pandemi corona. Misalnya, melakukan reshuffle kabinet atau membubarkan lembaga.

" Langkah-langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah kepemerintahan. Akan saya buka. Langkah apapun yang extra ordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara," tegas Jokowi dalam video yang diunggah Sekretariat Presiden, Minggu 28 Juni 2020.

" Bisa saja membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya," sambung Jokowi.

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

3 dari 3 halaman

Pidato Lengkap Jokowi Jengkel Kinerja Menteri

Dream - Presiden Jokowi (Joko Widodo) meradang kepada para menterinya dalam Sidang Kabinet Paripurna. Jokowi menilai kinerja menteri masih biasa saja. Padahal, saat ini negara dalam kondisi krisis Covid-19 dan perlu penanganan yang luar biasa.

" Saya lihat masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa ngga punya perasaan? Suasana ini krisis," kata Jokowi sambil mengetuk-ngetuk pinggir meja podium di Istana Negara, 18 Juni 2020 dalam video yang diunggah akun Presiden Jokowi.

Menurut Jokowi, saat ini negara dalam suasana krisis maka butuh penanganan yang luar biasa. Bilamana dibutuhkan payung hukum yang baru, Jokowi siap mengeluarkan Peraturan Presiden. Begitu juga untuk para menteri jangan ragu untuk mengeluarkan Peraturan Menteri bila memang dibutuhkan.

Tapi yang Jokowi sesalkan masih ada menteri atau pimpinan lembaga negara yang tidak memiliki perasaan yang sama bahwa saat ini sedang krisis.

" Perasaan ini tolong sama. Kita harus sama perasaannya. Kalau ada yang berbeda satu saja sudah. Berbahaya." tegas Jokowi.

Anggaran Kesehatan Rp75 Triliun dan Bansos

Istana Rilis Video Jokowi Tegur Keras Menterinya, Singgung Reshuffle© MEN

Satu hal yang disoroti Jokowi terkait anggaran kesehatan dan bantuan sosial yang belum berjalan baik. Misal anggaran kesehatan Rp75,3 triliun baru cair 1,53 persen.

" Uang yang beredar di masyarakat ke-rem kesitu semua. Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran, sehingga men-trigger ekonomi," jelas Jokowi.

Contoh kedua yang disorot Jokowi terkait Bantuan Sosial yang ditunggu masyarakat. " Segera keluarkan!" perintah Presiden.

Jokowi akui pencairan bantuan sosial ini sudah lumayan. Tapi itu dinilai belum cukup dalam suasana krisis ini.

Jokowi menegaskan, bila ada masalah terkait pencairan bansos maka segera lakukan tindakan-tindakan lapangan.

'Jangan Nunggu Mereka Mati Dulu, Baru Dibantu'

Stimulus ekonomi juga tak lepas dari perhatian Jokowi. Jokowi memerintahkan stimulus ekonomi segera dilakukan agar bisa masuk ke usaha kecil dan mikro.

" Mereka nunggu semuanya. Jangan nunggu mereka mati dulu baru kita bantu. Ngga ada artinya!" Jokowi meradang.

Usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, usaha besar, perbankan, manufaktur, industri, terutama industri padat karya menjadi prioritas Jokowi.

" Beri prioritas pada mereka supaya ngga ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Jangan sudah PHK gede-gedean duit serupiah pun belum masuk ke stimulus ekonomi kita. Hanya gara-gara urusan peraturan," ungkap Jokowi. 

Jokowi Segera Reshuffle

Himbauan Jokowi Tentang Ancaman Virus Corona Gelombang Kedua© MEN


Bila kinerja menteri yang biasa saja ini tidak berubah, Jokowi segera mengambil tindakan keras seperti melakukan reshuffle.

" Bisa saja membubarkan negara, bisa aja reshuffle. Sudah kepikiran kemana-mana saya," Jokowi memberi peringatan. " Artinya tindakan-tindakan yang extraordinary keras akan saya lakukan."

Beri Komentar