Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Usai Rapat Terbatas Membahas Persiapan Pelaksanaan Asian Para Games 2018 (setkab.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo meminta adanya akses gratis bagi para difabel yang ingin menyaksikan pertandingan Asian Para Games 2018. Ajang olahraga bagi atlet penyandang difabel ini bakal digelar di Jakarta dan Sentul, Bogor, Jawa Barat pada 6-13 Oktober 2018.
" Saya minta akses gratis bagi penyandang disabilitas untuk menonton pertandingan Asian Para Games," ujar Jokowi, dikutip dari setkab.go.id, Jumat 7 September 2018.
Ada sekitar 2.888 atlet dan 1.826 official dari negara-negara Benua Asia yang akan berpartisipasi di 18 cabang olahraga. Jokowi mengingatkan panitia tentang kesiapan seluruh venue maupun sejumlah fasilitas lain.
" Kita ingin menjadi tuan rumah yang baik, memberikan pelayanan yang maksimal," kata dia.
Selanjutnya, Jokowi meminta panitia penyelenggara Asian Para Games menjadikan kesuksesan Asian Games sebagai bahan pembelajaran. Dia berharap kesuksesan tersebut berulang di Asian Para Games.
" Saya minta INAPGOC (Indonesia Asian Para Games Organizing Committee) bisa belajar dari pengalaman INASGOC dalam penyelenggaraan Asian Games yang lalu. Yang sudah baik kita tingkatkan, yang belum baik kita perbaiki," kata Jokowi.
Dream - Sebanyak 938 atlet sudah berjuang untuk untuk meraih medali di Asian Games 2018. Total, Indonesia memperoleh 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Capaian ini melebihi yang ditargetkan pemerintah, yakni 16 medali emas dan berada di 10 besar.
Hal tersebut disampaikan Ketua Kontingen Indonesia (CdM) Syafruddin, ketika mengantar para atlet peraih medali bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo, di Istana Merdeka, Minggu, 2 September 2018.
Presiden Joko Widodo menyatakan rasa bangga atas capaian prestasi Indonesia sebagaimana dilaporkan CdM Kontinen Indonesia, Syafruddin.
" Hari ini saya sangat senang sekali. Sore ini Asian Games akan segera ditutup, tetapi rasanya ingin pembukaan lagi. Saya ingin naik motor lagi. Saya ingin ada tambahan 31 medali emas lagi. Saya ingin Indonesaia Raya dikumandangkan lagi," kata Presiden di Istana Merdeka, Minggu 2 September 2018, seperti dikutip dari rilis yang diterima Dream.co.id.
Menurutnya jumlah medali dan peringkat yang jauh melewati target yang ditetapkan adalah prestasi yang harus disyukuri seluruh Bangsa Indonesia. Prestasi yang tidak saja mengejutkan Indonesia, tapi juga dunia.
" Dulu kita targetkan 16 emas, banyak yang sangsi dan pesimis. Saya bolak-balik ngomong ke Pak JK (Wakil Presiden Jusuf Kalla-red) apa benar apa nggak? Saya tidak tahu apa resepnya, tapi yang saya tahu pasti karena kerja keras atlet dan pelatih," kata Jokowi.
Menurut Chef de Mission Kontingen Indonesia, Syafruddin, capaian prestasi Indonesia di kancah Asia ini tak luput dari dukungan dan perhatian penuh Presiden beserta seluruh rakyat Indonesia yang menjadi energi luar biasa bagi kejuangan atlet dan ofisial di medan pertandingan.
" Terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Presiden dan segenap rakyat Indonesia untuk dukungan dan dorongan menuju kejayaan Indonesia di kancah Asia. Babak baru bagi prestasi olahraga di negeri tercinta ini," kata Syafruddin.
Selanjutnya, sebagai Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia yang hari ini akan segera berakhir begitu Asian Games ditutup, Syafruddin mengharap agar Asian Games XVIII bisa menjadi momentum kebangkitan olahraga nasional. Menjalar ke seluruh aspek kehidupan, kebangsaan, dan persatuan Indonesia.
Dream - Kontingen Korea berhasil meraih emas pada cabang olahraga dayung perahu naga 500 meter pada Asian Games 2018. Yang membanggakan, para pendayung tidak berasal dari Korea Selatan atau Korea Utara, melainkan Korea Bersatu.
Pencapaian yang diraih tim dayung Korea Bersatu ini mendapat apresiasi tinggi dari Presiden Joko Widodo. Tak hanya soal menang, kemenangan mereka menunjukan bersatunya atlet dua negara yang selama ini terpecah akibat perang saudara.
" Bukan Korea Selatan, bukan Korea Utara, tapi Korea Bersatu, gabungan atlet-atlet dari dua negara yang terpecah oleh perang," tulis Jokowi di Instagramnya, @jokowi, diakses pada Rabu 29 Agustus 2018.
Tim Korea Bersatu mampu menyalip China dan Thailand pada Minggu kemarin di Jakabaring Rowing & Canoeing Regatta Course, Palembang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya