Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden Jokowi Meminta Polri Antisipasi Gerakan Terorisme.
Jokowi meminta Polri mewaspadai kejahatan internasional, semisal terorisme.
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Polri mengantisipasi potensi konflik horizontal. Hal ini mengingat semakin maraknya ujaran kebencian yang beredar dengan sangat bebas melalui media sosial.
"Konflik horizontal, konflik dari isu primordial seperti masalah SARA dan ras keturunan akan meningkat. Sehingga Polri perlu melakukan langkah-langkah antisipasi dini agar energi bangsa tidak habis untuk hal-hal yang tidak produktif seperti ujaran kebencian dan provokasi," kata Jokowi saat memperingati HUT Bhayangkara ke-71 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Senin, 10 Juni 2017.
Jokowi mengatakan Polri harus mewaspadai kejahatan internasional yang semakin meningkat seperti terorisme. Menurut dia, terorisme harus segera dituntaskan karena kerap memunculkan korban yang tidak berdosa.
"Terorisme banyak menelan korban tak berdosa, seperti kasus anak kita, Intan di Samarinda," ucap dia.
Intan Olivia Marbun meninggal karena luka bakar 70 persen akibat ledakan bom pada Minggu 13 November 2016 di depan gereja Oikumene, Samarinda. Tiga anak kecil lain korban ledakan mengalami luka bakar 50 persen.
Selain itu, Polri diminta untuk mengantisipasi kasus penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, penyelundupan senjata dan kejahatan siber yang mengancam masa depan bangsa.
"Karena itu mereka harus dikejar dan dihancurkan," ucap dia. (ism)