Jokowi: Staf Khusus Tak Harus Ngantor Tiap Hari, yang Penting Target

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 22 November 2019 06:00
Jokowi: Staf Khusus Tak Harus Ngantor Tiap Hari, yang Penting Target
Dia ingin ada inovasi dari masalah di Tanah Air.

Dream - Jokowi tidak mengharuskan para staf khususnya untuk rutin ngantor di Istana Negara. Dia hanya meminta para staf khusus tersebut bertemu dengannya dan melaporkan kinerjanya satu atau dua minggu sekali.

" Tidak full time. Jadi beliau-beliau ini sudah memiliki kegiatan, memiliki pekerjaan. Ya bisa nanti mingguan, tidak harus setiap hari tapi minimal satu atau dua minggu tapi pasti ketemu tapi tidak harus harian ketemu," ujar Jokowi, dikutip dari , Kamis 21 November 2019.

Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu menambahkan, para staf khusus presiden ini akan diberikan target yang harus diselesaikan. Tapi, kata dia, target tugas itu diselesaikan tanpa harus bertatap muka dengannya.

" Iya kalau kerja dengan saya pasti ada target, tapi saya tidak ingin harus setiap hari beliau-beliau ini datang ke sini, yang penting target yang saya minta dapat," kata dia.

Jokowi ingin ada terobosan dari para staf barunya. " Iya saya ingin ada inovasi, ada gagasan, ada ide baru, ada terobosan baru, sehingga memudahkan kita dalam mengelola negara ini sehingga golnya ke sana," kata Jokowi.

Sumber:

1 dari 4 halaman

Jokowi Tunjuk 7 Staf Khusus Berusia Muda, Ini Daftarnya

Dream - Jokowi menunjuk tujuh staf khusus yang akan membantunya. Presiden bernama lengkap Joko Widodo ini mengumumkan ketujuh anak muda yang akan membantunya membangun gagasan.

" Saya ingin mengenalkan staf khusus presiden yang baru yang tugas khususnya yaitu mengembangkan inovasi di berbagai bidang," kata Jokowi, dalam tayanang Kompas Live, Kamis 21 November 2019.

Jokowi menyebut, ketujuh anak muda ini akan menjadi teman diskusinya dalam mingguan dan bulanan. Dia berharap mendapat gagasan yang segar yang inovatif dari para staf ahli baru ini.

Dia juga berharap, bisa mendapat cara-cara baru yang out of the box, yang melompat untuk mengejar kemajuan.

" Saya juga mereka untuk jembatan anak-anak muda para santri muda, para diaspora, yang tersebar di berbagai tempat dan saya yakin dengan gagasan-gasan kreatif untuk membangun negara ini kita lihat gagasan-gagasan itu apakah bisa diterapkan dalam pemerintahan," ujar dia.

Berikut 7 Staf Khusus yang diumumkan Jokowi:

2 dari 4 halaman

1. Adamas Belva Syah Devara, 29 tahun.

 Stafsus presiden© Instagram

Jokowi mengenalkan sosok Adamas sebagai, S2 ganda lulusan Harvard University dan Stanford University di Amerika Serikat. " Kita kenal, Mas Belva pendiri dan CEO Ruang Guru, masuk ke Forbes 30, di bawah umur 30 tahun. Mendapat medali emas dari Lie Kwan Yu saat lulus di NTU di Singapura," ucap dia.


2. Putri Indahsari Tanjung, 23 tahun.

 Stafsus presiden© Instagram

Saat mengenalkan putri Chairul Tanjung ini, Jokowi terkejut. Sebab, usianya masih terbilang muda. " Saya juga kaget. Ini jebolan sarjana academy of art di san francisco, kita dengan kiprahnya sebagai founder dan CEO di Creativepreneur. Dan chief bussines of Kreavi," ucap dia.

3 dari 4 halaman

3. Andi Taufan Garuda Putra, 32 tahun.

 Stafsus presiden© Instagram

Lulusan Harvard Kennedy School dan bergerak di bidang enterprenuer, kepeduliannya atas sektor-sektor UMKM. Menjadi CEO di sektor PT Amartha Mikro Fintek.

4. Ayu Kartika Dewi, 36 tahun.

 Stafsus presiden© Instagram

Jokowi menyebut Ayu sebagai, " anak muda dengan misi mulia dengan merekatkan kebhinekaan. Menjadi pendiri dan mentor lembaga sabang merauke 1.000 merantau untuk kembali. Meraih gelar MBA Duke University di Amerika Serikat."

 

4 dari 4 halaman

5. Gracia Billy Mambrasar, 31 tahun.

 Stafsus presiden© Instagram

Jokowi menyebut, Gracia sebagai putra Tanah Papua. Jokowi menyebut Gracia seabgai CEO Kitong Bisa. Gracia disebut lulusan NU Australia, dan S2 di Oxford University. " Dan nanti Oktober 2019 akan masuk ke Harvard University untuk S3," ujar dia.

6. Angkie Yudistia, 32 tahun.

 Stafsus presiden© Instagram

Jokowi menyebut, sosok Angki sebagai penyandang disabilitas yang aktif bergerak di bidang socioprenuer this able enterprise.

" Saya juga minta Anki juga jadi juru bicara presiden di bidang sosial," kata dia.

7. Aminudin Maruf, 33 tahun, Ketum PB PMII.

 Stafsus presiden© Instagram

" Saya minta Mas Aminudin untuk berkeliling ke pesantren dan untuk menebar inovasi baru. KArena saya yakin pesantren bisa melahirkan talenta-talenta hebat untuk negeri ini," kata Jokowi.

Beri Komentar