Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (Foto: Liputan6.com)
Dream - Presiden Joko Widod atau Jokowi membuka Muktamar IV PP Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) tahun 2020.
Dalam acara itu, Jokowi menyatakan eksistensi pandemi Covid-19 masih nyata. Karenanya dia meminta kepada seluruh masyarakat agar terus berdoa agar bala tersebut lekas diangkat dari muka bumi.
" Kita juga tidak boleh melupakan zikir, istighfar, taubat kepada Allah Subhana Wa Ta'ala," ujar Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, disiarkan daring pada Sabtu 26 September 2020.
Mengingat pandemi ini juga berdampak kepada sektor ekonomi, Jokowi mengingatkan masyarakat fakir miskin di Indonesia menjadi makin kesulitan. Karenanya, dia ingin siapa pun yang masih merasa berkecukupan untuk dapat membantu sesama.
" Perbanyak infaq dan sedekah karena banyak saudara saudara kita yang memang perlu dibantu di tengah kesulitan ya kita hadapi," harap Jokowi.
Menutup kata sambutannya, Jokowi mengajak bangsa Indonesia berdoa agar semua masyarakat Indonesia dapat terus diberikan nikmat sehat.
" Semoga Allah Subhana Wa Ta'ala segera mengangkat wabah Covid dari bumi Indonesia, semoga Allah selalu melindungi dan memberikan keselamatan kepada rakyat bangsa dan negara kita," Jokowi menandasi.
Sumber: Merdeka.com
Dream - Presiden Joko Widodo meminta para menterinya saling bekerja sama dalam mengatasi kemiskinan. Dia melarang para menteri membuat program sendiri-sendiri yang terpisah satu dengan lainnya.
" Semua kementerian jangan membuat program sendiri-sendiri, yang lepas-lepas, tidak terintegrasi dan tidak terpadu, sehingga outcome-nya, hasilnya tidak terlihat," kata Jokowi saat rapat terbatas secara virtual, dikutip dari Merdeka.com.
Dia menegaskan program antar-kementerian harus benar-benar terintegrasi. Jokowi menyebut sudah ada kementerian yang punya program terintegrasi dalam penanganan kemiskinan.
Dia mencontohkan Kementerian Desa sudah membuat program guna memastikan dana desa digunakan masyarakat. Lalu Kementerian PUPR fokus mengurusi infrastruktur desa.
" Kementerian Perhubungan konektivitasnya, Kementerian Sosial penanganan sosial untuk warga yang tidak mampu, saya kira UMKM sektor usaha-usaha mikro banyak sekali yang bisa dilakukan terintegrasi," kata Jokowi.
Karena itu, Jokowi meminta para kementerian menjalankan program dengan strategi bersama. Ini agar hasilnya terlihat.
" Tetapi kalau ini lepas-lepas hasilnya enggak kelihatan. Oleh sebab itu, semuanya dijalani dengan strategi besar yang solid dan terintegrasi," ucap Jokowi.
Sumber: Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya