Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ir Soekarno (Foto: Jasmerah.org)
Dream - Membuat heboh dunia maya, surat nikah dan akta cerai milik pasangan Presiden Republik Indonesia, Ir Soekarno dan Ibu Inggit Ganarsih, dilelang.
Diketahui dua dokumen pernikahan tersebut diklaim asli dan telah disimpan oleh cucu Ibu Inggit Garnasih.
Dokumen ini pertama kali diunggah oleh akun instagram @popstoreindo. Akun tersebut memposting foto dan menawarkan surat nikah dan akta cerai milik Ir Soekarno.
" Seorang bapak di Bandung menawarkan surat nikah dan surat cerai asli Presiden pertama RI Ir. Sukarno dan Ibu Inggit Garnasih. Beliau ternyata cucunya Ibu Inggit," tulis akun @popstoreindo.

Pemilik akun @popstoreindo mengaku terkejut karena kedua dokumen tersebut dinilainya sangat bersejarah. Popstoreindo menambahkan, dalam dokumen tersebut ada fakta terungkap siapa saksi cerai keduanya.
" Saya kaget pas baca dokumen sangat bersejarah ini, baru tahu juga ternyata yang jadi saksi cerainya Bung Karno dan Bu Inggit adalah Bung Hatta, Ki Hajar Dewantara dan KH. Mas Mansoer," beber Popstoreindo.
Namun demikian, unggahan terkait hal tersebut diduga kini dihapus oleh pemilik akun @popstoreindo. Liputan6.com hendak mengonfirmasi hal tersebut, Sabtu 26 September 2020.
Namun hingga pukul 09.00 WIB, belum bisa terhubung dengan kontak Popstoreindo yang tertera di akun Instagramnya.
Dalam catatan sejarah, Soekarno menikah dengan Inggit pada tahun 1923 dan bercerai bertahun 1943.
Soekarno menikahi Inggit dengan jarak usia lebih muda terpaut 13 tahun, ketika dia masih menempuh pendidikan tinggi di ITB.
Sumber: Liputan6.com
Dream – Setiap tanggal 9 September bangsa Indonesia akan memperingati Hari Olahraga Nasional. Meskipun perayaan Haornas 2020 diperingati di tengah keprihatian pandemi Covid-19. semangat juang tetap harus digelorakan.
Pada Haornas 2020, Kementerian Pemuda dan Olahraga mengusung tema Sport Science. Hal ini sebagai upaya untuk mendorong prestasi olahraga dengan dukungan sport science dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sport tourism dan sport industry.
Menilik dari sejarahnya, peringatan Haornas setiap tanggal 9 September bertepatan dengan diadakannya PON pertama di Indonesia. PON pertama tersebut diresmikan oleh Presiden Soekarno yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Olahraga Nasional oleh Presiden Soeharto.
Sejarah Haronas bermula dari adanya perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama pada tanggal 9-12 September 1948, di Stadion Sriwedari Solo, Jawa Tengah.
Pembukaan PON I dilakukan Presiden Soekarno sementara penutupannya oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang menjabat Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI).
Awalnya PON dilaksanakan sebagai bentuk protes Bangsa Indonesia lantaran ditolak mengikuti Olimpiade ke-14 di London, Inggris. Saat itu, Indonesia dianggap belum memiliki prestasi di bidang olahraga. Terlebih hubungan antara Indonesia-Belanda juga belum membaik.
Penolakan ini memicu Persatuan Olahraga Indonesia menggelar konferensi darurat di Solo. Hasil dari konferensi akhirnya melahirkan pergelaran Pekan Olahraga Nasional (PON).
PON pertama tersebut diresmikan oleh Presiden Soekarno yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Olahraga Nasional oleh Presiden Soeharto. Melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 1987.
Logo Haornas 2020 menyerupai bola yang terbentuk dari tiga komponen tema Haornas 2020, yaitu sport science, sport tourism, dan sport industry.
Menurut Kementerian Pemuda dan Olahraga, logo ini melambangkan sinergi, semangat, dan kekuatan dalam meningkatkan kebugaran dan prestasi olahraga melalui dukungan sport science serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sport tourism dan sport industry.
Warna logo Hari Olahraga Nasional 2020 terdiri dari kuning, merah, biru, hijau, emas, dan merah oranye dengan arti sebagai berikut.
(Sumber: Kemenpora.go.id dan sumber lainnya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya