Heboh Akta Cerai dan Surat Nikah Presiden Soekarno dan Ibu Inggit Dilelang

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Sabtu, 26 September 2020 11:30
Heboh Akta Cerai dan Surat Nikah Presiden Soekarno dan Ibu Inggit Dilelang
Akun tersebut memposting foto dan menawarkan surat nikah dan akta cerai milik Ir Soekarno.

Dream - Membuat heboh dunia maya, surat nikah dan akta cerai milik pasangan Presiden Republik Indonesia, Ir Soekarno dan Ibu Inggit Ganarsih, dilelang.

Diketahui dua dokumen pernikahan tersebut diklaim asli dan telah disimpan oleh cucu Ibu Inggit Garnasih.

Dokumen ini pertama kali diunggah oleh akun instagram @popstoreindo. Akun tersebut memposting foto dan menawarkan surat nikah dan akta cerai milik Ir Soekarno.

" Seorang bapak di Bandung menawarkan surat nikah dan surat cerai asli Presiden pertama RI Ir. Sukarno dan Ibu Inggit Garnasih. Beliau ternyata cucunya Ibu Inggit," tulis akun @popstoreindo.

1 dari 6 halaman

Ilustrasi Presiden Soekarno© Shutterstock

Pemilik akun @popstoreindo mengaku terkejut karena kedua dokumen tersebut dinilainya sangat bersejarah. Popstoreindo menambahkan, dalam dokumen tersebut ada fakta terungkap siapa saksi cerai keduanya.

" Saya kaget pas baca dokumen sangat bersejarah ini, baru tahu juga ternyata yang jadi saksi cerainya Bung Karno dan Bu Inggit adalah Bung Hatta, Ki Hajar Dewantara dan KH. Mas Mansoer," beber Popstoreindo.

2 dari 6 halaman

Unggahan Diduga Dihapus

Namun demikian, unggahan terkait hal tersebut diduga kini dihapus oleh pemilik akun @popstoreindo. Liputan6.com hendak mengonfirmasi hal tersebut, Sabtu 26 September 2020.

Namun hingga pukul 09.00 WIB, belum bisa terhubung dengan kontak Popstoreindo yang tertera di akun Instagramnya.

Dalam catatan sejarah, Soekarno menikah dengan Inggit pada tahun 1923 dan bercerai bertahun 1943.

Soekarno menikahi Inggit dengan jarak usia lebih muda terpaut 13 tahun, ketika dia masih menempuh pendidikan tinggi di ITB.

Sumber: Liputan6.com

3 dari 6 halaman

Sejarah Hari Olahraga Nasional dan Protes Soekarno Ditolak Olimpiade

Dream – Setiap tanggal 9 September bangsa Indonesia akan memperingati Hari Olahraga Nasional. Meskipun perayaan Haornas 2020 diperingati di tengah keprihatian pandemi Covid-19. semangat juang tetap harus digelorakan.

Pada Haornas 2020, Kementerian Pemuda dan Olahraga mengusung tema Sport Science. Hal ini sebagai upaya untuk mendorong prestasi olahraga dengan dukungan sport science dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sport tourism dan sport industry.

Menilik dari sejarahnya, peringatan Haornas setiap tanggal 9 September bertepatan dengan diadakannya PON pertama di Indonesia. PON pertama tersebut diresmikan oleh Presiden Soekarno yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Olahraga Nasional oleh Presiden Soeharto.

4 dari 6 halaman

Sejarah Hari Olahraga Nasional

Sejarah Haronas bermula dari adanya perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama pada tanggal 9-12 September 1948, di Stadion Sriwedari Solo, Jawa Tengah.

Pembukaan PON I dilakukan Presiden Soekarno sementara penutupannya oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang menjabat Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI).

Awalnya PON dilaksanakan sebagai bentuk protes Bangsa Indonesia lantaran ditolak mengikuti Olimpiade ke-14 di London, Inggris. Saat itu, Indonesia dianggap belum memiliki prestasi di bidang olahraga. Terlebih hubungan antara Indonesia-Belanda juga belum membaik.

Penolakan ini memicu Persatuan Olahraga Indonesia menggelar konferensi darurat di Solo. Hasil dari konferensi akhirnya melahirkan pergelaran Pekan Olahraga Nasional (PON).

PON pertama tersebut diresmikan oleh Presiden Soekarno yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Olahraga Nasional oleh Presiden Soeharto. Melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 1987.

 

5 dari 6 halaman

Logo Hari Olahraga Nasional 2020

Logo Haornas 2020 menyerupai bola yang terbentuk dari tiga komponen tema Haornas 2020, yaitu sport science, sport tourism, dan sport industry.

Menurut Kementerian Pemuda dan Olahraga, logo ini melambangkan sinergi, semangat, dan kekuatan dalam meningkatkan kebugaran dan prestasi olahraga melalui dukungan sport science serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sport tourism dan sport industry.

6 dari 6 halaman

Makna Logo Hari Olahraga Nasional 2020

Warna logo Hari Olahraga Nasional 2020 terdiri dari kuning, merah, biru, hijau, emas, dan merah oranye dengan arti sebagai berikut.

  1. Kuning: melambangkan optimisme masyarakat Indonesia bangkit dari pandemi Covid-19. 2.
  2. Merah: melambangkan energi dan semangat yang berkobar untuk terus berjuang.
  3. Biru: melambangkan kekuatan dan percaya diri bahwa Indonesia mampu mencapai kebugaran masyarakat dan prestasi olahraga tertinggi.
  4. Hijau: melambangkan pertumbuhan ekonomi dalam sektor industri olahraga dan pariwisata.
  5. Emas: melambangkan prestasi olahraga Indonesia Jaya.
  6. Merah Oranye: melambangkan invoasi pada pembangunan industri nasional.

(Sumber: Kemenpora.go.id dan sumber lainnya)

Beri Komentar