Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kementerian Agama menyiapkan pola manasik haji dengan mengadaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. Pola ini dimaksudkan agar pembinaan haji dapat berjalan secara maksimal meski pandemi belum berakhir.
" Seperti kita ketahui, pandemi Covid-19 ini belum tahu kapan akan berakhir. Dalam kondisi seperti ini, Kemenag berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan kepada jemaah haji," ujar Kasubdit Bimbingan Jemaah Haji Direktorat Bina Haji Ditjen PHU Kemenag, Arsyad Hidayat.
Menurut Arsyad, adaptasi kebiasaan baru dalam manasik haji diterapkan dalam bentuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ada tiga model PJJ yang sedang disiapkan Kemenag.
" PJJ secara offline, PJJ online, serta kombinasi keduanya," kata Arsyad.
Untuk PJJ offline atau luar jaringan (luring), materi manasik haji disampaikan tidak menggunakan jaringan internet. Melainkan dengan melibatkan Lembaga Penyiara Publik (LPP).
" Pembelajaran manasik haji dalam model ini akan dilakukan melalui media televisi ataupun radio. Misalnya nanti melalui RRI atau TVRI yang merupakan lembaga penyiaran publik," kata dia.
Para calon jemaah akan mendapatkan semacam modul berisi materi manasik haji sebelum pembelajaran disiarkan. Para calon jemaah kemudian diminta mengikuti siaran pembelajaran manasik melalui radio atau televisi, lalu menjawab pertanyaan yang terdapat pada modul dengan menuliskannya di kolom jawaban.
" Kemudian pada hari yang yang ditentukan, hasil pekerjaan rumah jemaah akan diperiksa oleh pembimbing manasik," ucap Arsyad.
Untuk PJJ model pertama ini, Arsyad mengatakan Kanwil Kemenag provinsi maupun kabupaten/kota perlu menjalin kerja sama dengan LPP lokal. Sehingga memudahkan koordinasi dalam pelaksanaan manasik haji.
Model kedua yaitu PJJ online atau dalam jaringan (daring). Model ini mengandalkan komunikasi dan interaksi bimbingan menggunakan jaringan internet.
" Model manasik ini telah dilakukan dengan menyampaikan materi melalui platform media sosial. Mulai dari Youtube, Twitter, WhatsApp, Telegram, Instagram hingga Zoom," kata dia.
Sedangkan untuk model ketiga merupakan kombinasi antara offline da online. Model ini mengintegrasikan pembelajaran tatap muka/offline dan yang menggunakan sumber belajar online.
Lebih lanjut, Arsyad berharap pembimbing manasik menyiapkan diri sebaik mungkin. Segala aspek pendukung harus disiapkan dan evaluasi untuk perbaikan selalu dilakukan.
" Perlu diingat, setiap manasik yang dilakukan tetap harus memperhatikan kondisi daerah setempat dan menerapkan protokol kesehatan," ucap dia.
Sumber: Kemenag.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya