Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – Pembuatan vaksin menjadi salah satu upaya yang diharapkan dapat menghentikan penyebaran virus covid-19. Berbagai negara pun berusaha menciptakan vaksin secepat dan semaksimal mungkin.
Tahapan pengujian vaksin pun mulai dilakukan. Salah satunya China yang dikabarkan berhasil melakukan uji klinis vaksin tersebut. Hal ini pun menjadi angin segar, di tengah kondisi pandemi covid-19.
Benarkah?
Pada situs China Global Television Network (CGTN), terlihat cuplikan video Soumya Swaminathan yang memuji vaksin dari China. Judul dari video itu adalah " Vaksin COVID-19 milik China terbukti sukses di uji-uji klinis" .
Namun, bila melihat konteksnya secara utuh, WHO bukan " merestui" uji klinis vaksin dari China, melainkan hanya menyorot perkembangannya. WHO juga tidak berkata uji klinis sudah sukses, sebab prosesnya masih berlangsung.
Saat itu, WHO sedang mengadakan konferensi pers dan Soumya Swaminathan menjawab pertanyaan apakah China akan ikut serta program vaksin Covid-19 yang dilakukan WHO.


Di sinilah Soumya merespons bahwa China sedang melakukan uji klinis vaksin di negaranya.
" Mereka (China) juga memiliki program pengembangan vaksin yang sangat aktif dan beberapa kandidat vaksinnya berada di tahap lanjut uji-uji klinis. Jadi ini penting bagi kami sehingga kita mengikuti dengan lekat untuk berharap agar kandidat mereka benar-benar terbukti sukses di uji klinis," ujar Soumya Swaminathan seperti dikutip dalam konferensi pers, Jumat (25/9/2020).
Lebih lanjut, Soumya juga berkata China siap memberi akses vaksin ke negara-negara lain, " apabila beberapa (vaksinnya) benar-benar terbukti di uji-uji klinis."
China adalah salah satu negara yang memiliki kemajuan pesat dalam pengembangan vaksin. Salah satunya adalah yang dikembangkan oleh Sinovac.
Perusahaan ini membuat vaksin yang diberi nama CoronaVac. Dan akan siap didistribusikan ke warga dunia pada awal 2021.
Salah satunya siap didistribusikan ke wilayah AS. Yin Weidong, CEO SinoVac, juga berjanji untuk mengajukan permohonan izin ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menjual CoronaVac di AS.
" Pada awalnya, strategi kami dirancang untuk China dan Wuhan. Segera setelah itu pada Juni dan Juli kami menyesuaikan strategi kami, yaitu menghadapi dunia," ungkap Yin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya