Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Harapan Baru, Peneliti Menemukan Titik Lemah Virus Covid-19

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 25 September 2020 12:00
Harapan Baru, Peneliti Menemukan Titik Lemah Virus Covid-19
Spike mengikat permukaan sel manusia yang memungkinkan Virus Corona menembus sel.

Dream - Baru-baru ini, peneliti di Sekolah Biokimia, University of Bristol, Inggris, mengklaim mereka berhasil menemukan adanya 'kantong obat' di dalam protein SARS-CoV-1, virus penyebab Covid-19.

Para peneliti menyebut, 'kantong obat; itu, merupakan titik kelemahan dari Virus Corona. Temuan itu nantinya dapat dijadikan sebagai sebuah senjata atau obat antivirus untuk menghentikan virus menginfeksi tubuh manusia.

Kepala Tim Penelitian, Profesor Christian Schaffitzel mengatakan, SARS-CoV-2 dilindungi banyak salinanan glikoprotein atau yang lebih dikenal sebagai Spike, memainkan peran penting dalam infektivitas virus.

Spike mengikat permukaan sel manusia, yang memungkinkan Virus Corona menembus sel dan mulai bereplikasi. Ketika itu terjadi, kerusakan yang lebih besar tak dapat dihindari.

1 dari 3 halaman

Penemuan LA di Dalam Virus Corona

Christiane dan tim akhirnya menemukan bahwa virus corona menggunakan molekul kecil yang disebut asam linoleat (LA) untuk mengikat dirinya sendiri dan menyebar.

LA adalah asam lemak bebas yang sangat diperlukan untuk banyak fungsi seluler. Tubuh manusia memang tak dapat menghasilkan LA, tapi tubuh menyerap molekul kecil melalui makan.

" Menariknya, LA memainkan peran penting dalam peradangan dan modulasi kekebalan, yang keduanya merupakan elemen kunci dari perkembangan penyakit COVID-19," katanya.

" LA juga dibutuhkan untuk menjaga membran sel di paru-paru agar kita bisa bernapas dengan baik," katanya.

2 dari 3 halaman

Membuka Jalur Penyembuhan Baru

Ilustrasi Molekul Covid-19

Di sisi lain, Profesor Berger justru bingung dengan hasil temuan tersebut. Sebab, virus yang menyebabkan kekacauan di muka bumi saat ini, justru berpegang pada molekul ini, yang digunakannya untuk menghancurkan pertahanan tubuh manusia.

" Penemuan kami memberikan hubungan langsung antara LA, manifestasi patologis Covid-19, dan virus itu sendiri. Pertanyaannya sekarang, bagaimana mengubah pengetahuan baru ini melawan virus itu sendiri dan mengalahkan pandemi," ujarnya.

 

3 dari 3 halaman

Berger berharap temuannya itu semakin memudahkan para peneliti mengembangkan obat antivirus untuk melawan COVID-19.

Sebab, kantong yang sama pernah mereka temukan di dalam rhinovirus, virus yang menyebabkan flu biasa. Dan, peneliti berhasil menghentikan penularan virus tersebut.

Sumber: Mirror UK

Beri Komentar