Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kementerian Kesehatan melaporkan adanya kenaikan klaster penyebaran Covid-19 dalam kurun waktu beberapa hari belakangan di seluruh Indnesia. Jumlah klaster saat ini sebanyak 1.146, meningkat dari sebelumnya 1.137.
" Terdapat penambahan klaster, yaitu 1.146 klaster," ujar Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Mariya Mubarika, dikutip dari Merdeka.com.
Mariya menjelaskan Jawa Tengah menjadi provinsi dengan penambahan klaster paling banyak mencapai 8 klaster. Pesantren mendominasi penambahan klaster tersebut.
Selanjutnya, Mariya mengatakan pihaknya akan memantau perkembangan klaster tersebut. Dia meminta masyarakat tidak panik dalam menghadapi pandemi Covid-19.
" Kita pantau secara ketat dan terus menerus oleh unsur-unsur kesehatan di wilayah terkait. Untuk itu, masyarakat tidak perlu panik, pemerintah menjamin tidak akan ada penularan keluar klaster," ucap Mariya.
Ini daftar delapan klaster penularan Covid-19 baru di Jawa Tengah.
1. Pondok Pesantren Kecamatan Sumbang, Banyumas,
2. Pondok Pesantren Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara,
3. Kelompok Warga Kelurahan Randu Acir, Kecamatan Argomulyo, Salatiga,
4. Gedung Menara Wijaya Sekretariat Daerah Sukoharjo,
5. RSUP dr Soeradji Tirtonegoro, Klaten,
6. Pondok Pesantren Kendal,
7. Puskesmas Kaliwungu, Kendal,
8. Arisan RT Pedukuhan Tlogolego, Kulon Progo.
Sumber: Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin
Dream - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mempersiapkan sejumlah fasilitas untuk menampung pasien Covid-19.
Salah satunya hotel yang akan dimanfaatkan untuk tempat isolasi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19.
Hal itu disambut baik oleh sejumlah pengelola hotel. Salah satu alasannya, rendahnya okupansi hotel.
Hal itu dibenarkan oleh Manajemen Hotel Sifaana Depok, April. Dia mengatakan hotelnya telah mengajukan kesediaan untuk dijadikan fasilitas isolasi pasien OTG.
" Ya, betul. Yang mengajukan dari perusahaan sekitar 3-4 hari lalu. Dari PHRI Jawa Barat mengajukan ke kita, kita isi data-datanya bersedia, gitu," ujar April, dikutip dari Merdeka.com.
April menjelaskan saat ini okupansi pada hotelnya hanya sekitar 15 persen dari total kamar. Penampungan pasien OTG maupun bergejala ringan Covid-19 diharapkan dapat menutup biaya operasional hotel.
" Ini dari manajemen, kita enggak bisa jawab. Mungkin juga kondisi sekarang ini kan sepi juga, mungkin kalau dipakai itu ada pendapatan lah karyawan kita. Enggak semua (kamar) dipakai," kata April.
Menurut April, sejak pandemi Covid-19, hotel tempatnya bekerja mengalami kerugian. Manajemen hotel tetap harus membayar karyawan sementara tidak ada pemasukan dari tamu.
" Sekarang ini kan kita rugi untuk operasional, bayar karyawan. Sudah turun jauh, hancur, okupansinya cuma 15 persen sekarang," kata April.
Hotel Sifaana memiliki 50 kamar dengan tarif rata-rata Rp300 ribu per malam. Saat ini, kata April, pihaknya menunggu keputusan pemerintah terkait izin pemanfaatan hotel untuk penampungan pasien Covid-19.
" Sampai saat ini belum (ada keputusan). Kayak OTG itu, kita masih berani, mau. Cuma APD-nya yang sulit," ucap dia.
Sumber: Merdeka.com/Nur Fauziah
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya