Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Dream - Presiden Joko Widodo meminta para menterinya saling bekerja sama dalam mengatasi kemiskinan. Dia melarang para menteri membuat program sendiri-sendiri yang terpisah satu dengan lainnya.
" Semua kementerian jangan membuat program sendiri-sendiri, yang lepas-lepas, tidak terintegrasi dan tidak terpadu, sehingga outcome-nya, hasilnya tidak terlihat," kata Jokowi saat rapat terbatas secara virtual, dikutip dari Merdeka.com.
Dia menegaskan program antar-kementerian harus benar-benar terintegrasi. Jokowi menyebut sudah ada kementerian yang punya program terintegrasi dalam penanganan kemiskinan.
Dia mencontohkan Kementerian Desa sudah membuat program guna memastikan dana desa digunakan masyarakat. Lalu Kementerian PUPR fokus mengurusi infrastruktur desa.
" Kementerian Perhubungan konektivitasnya, Kementerian Sosial penanganan sosial untuk warga yang tidak mampu, saya kira UMKM sektor usaha-usaha mikro banyak sekali yang bisa dilakukan terintegrasi," kata Jokowi.
Karena itu, Jokowi meminta para kementerian menjalankan program dengan strategi bersama. Ini agar hasilnya terlihat.
" Tetapi kalau ini lepas-lepas hasilnya enggak kelihatan. Oleh sebab itu, semuanya dijalani dengan strategi besar yang solid dan terintegrasi," ucap Jokowi.
Sumber: Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin.
Dream - Presiden Joko Widodo mengatakan tingkat kesembuhan Covid-19 masih di bawah rata-rata dunia. Dia pun meminta semua pihak bergerak untuk meningkatkan angka kesembuhan di Indonesia.
" Pemerintah terus harus bekerja keras untuk meningkatkan kesembuhan, ini penting sekali. Kita sedikit lebih rendah dari kesembuhan dunia, saya kira kita terus mengejar rata-rata kesembuhan global," ujar Jokowi.
Data per 13 September yang dikutip Jokowi menyebutkan jumlah kasus sembuh Indonesia sebanyak 155.010 orang dengan case recovery rate 71 persen. Sementara, rata-rata kasus positif di Indonesia mencapai 25,02 persen, di atas angka dunia sebesar 24,78 persen.
Selain itu, tingkat kematian di Indonesia akibat Covid-19 saat ini sebesar 3,99 persen. Lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 4,49 persen namun tetap di atas rata-rata dunia.
" Angka ini masih lebih tinggi dari rata-rata angka kematian dunia yang mencapai 3,18 persen, tapi memang angka ini, angka sebesar 3,99 ini mengalami penurunan dari angka kematian seminggu lalu yang berada di angka 4,02 persen," kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga mengingatkan agar kepala daerah berpatokan pada data sebelum mengambil keputusan yang berkaitan dengan penanganan Covid-19. Termasuk soal penutupan wilayah.
" Saya perlu ingatkan kembali keputusan dalam respons penambahan kasus saya minta semua selalu melihat data sebaran, jangan buru-buru menutup sebuah kota wilayah kabupaten, kalau kita kerja berbasis data," ucap Jokowi.
Jokowi mengatakan kondisi setiap wilayah tidak bisa disamaratakan dalam hal penanganan. Karena zonasi antara satu wilayah dengan lainnya berbeda.
" Ada yang hijau, ada kuning, tidak semua di zona merah, misal dalam sebuah provinsi ada 20 kabupaten kota, penanganan jangan digeneralisir," kata dia.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan cara paling efektif dalam melakukan pencegahan dengan pembatasan berskala lokal. Cara tersebut dinilai lebih efektif dalam menyelesaikan masalah.
" Bisa lebih fokus menyelesaikannya, sekali lagi jangan buru-buru menutup. Strategi intervensi lokal pembatasan skala lokal, penanganan lebih detail dan fokus," ucap Jokowi.
Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya