Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Walikota Arief Wismansyah Tinjau Rumah Yatim Di Kota Tangerang (Foto: Merdeka.com)
Dream - Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan, sebanyak 33 anak yatim piatu di salah satu rumah yatim di Kota Tangerang terpapar Covid-19.
" Iya, ada kluster baru rumah yatim piatu," ujar Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, Kamis 24 September 2020.
Arief mengatakan, 33 anak yatim piatu itu terpapar Covid-19 dari salah seorang pengasuh yang bertugas di yayasan tersebut.
" Informasinya sih dari salah satu pengasuhnya ada yang positif, dia OTG," tutur Arief.
Tak memiliki gejala apapun, sang pengasuh masih sibuk mengasuh puluhan anak yatim di yayasan tersebut. Akhirnya, seluruh penghuni panti asuhan dites usap Covid-19 untuk menanggulangi kemungkinan yang akan terjadi.
" Atas dasar hasil swab yang kita lakukan, maka kita langsung bertindak cepat menjemput yang positif agar tidak menyebar luas," ungkap Arief.
Arief menambahkan, seluruh warga panti asuhan yang dinyatakan positif Covid-19 telah dipindahkan ke Puskesmas Jurumudi Baru, untuk melakukan isolasi mandiri. Seluruh kebutuhan selama proses isolasi akan dipenuhi oleh Pemkot Tangerang.
" Sisanya yang sebelumnya negatif dilakukan test swab ulang, karena ada interaksi dengan penghuni panti selama menunggu hasil tes sebelumnya," kata Arief.
Dia pun mengimbau kepada seluruh pengurus panti asuhan yang ada di Kota Tangerang agar dapat menjaga kebersihan lingkungan panti, serta mengurangi interaksi langsung dengan sesama penghuni panti maupun orang lain.
" Perhatikan peralatan makan, ibadah harus milik masing-masing, makan bersama juga harus diperhatikan penyajiannya serta menjaga jarak dalam berinteraksi, dan juga selalu menggunakan masker," pesan Arief.
Sumber: Liputan6.com
Dream - Tangerang Raya memutuskan untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga akhir Oktober 2020. Ini menyusul terbitnya Peraturan Gubernur Banten terbaru untuk menekan angka penyebaran Covid-19.
Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, memastikan kawasannya menerapkan PSBB hingga sebulan ke depan. Ini mengingat masih ada masyarakat yang belum patuh PSBB dengan tingkat 25,26 persen.
" Melihat dari capaian kepatuhan masyarakat pada PSBB ke-10 tahap 11 sampai Minggu, 20 September 2020, rata-rata mencapai 74,38 persen. Angka ini sebenarnya cukup baik, akan tetapi masih terdapat 25,62 persen masyarakat yang belum mematuhi protokol kesehatan," ujar Airin, dikutip dari Liputan6.com
Dari jumlah tersebut, kata Airin, angka RT untuk Kota Tangsel masih di bawah satu. Sementara, kasus Covid-19 cenderung naik menjelang berakhirnya PSBB ke-10.
Airin menduga ini berkaitan dengan tingkat kedisplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Dia pun memastikan seluruh kegiatan yang melibatkan banyak orang akan dibatasi untuk mencegah klaster baru di Kota Tangsel.
Selain itu, sosialisasi protokol ksehatan terus dilakukan. Pemkot akan terus memberikan rekomendasi dan pertimbangan untuk zona merah di Tangsel serta menambah fasilitas layanan kesehatan.
" Indikator surveilans seperti tracng dan tes terus dilakukan sesuai dengan prosedur dan indikator pelayanan kesehatan yang memadai dan dilakukan di semua sarana kesehatan," kata dia.
Airin mengingatkan warga untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari risiko terinfeksi. Caranya dengan olahraga rutin, mencukupi asupan gizi, mengonsumsi makanan mengandung vitamin A, E, C dan Zinc.
Selain itu, Airin juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker sesuai ukuran wajah. Ketika tidak digunakan, masker dilarang diletakkan di dagu.
" Kemudian gunakan masker yang bisa menutup hidung dan jangan pernah mengenakan masker yang menyisakan hidung atau hanya menutupi mulut saja," ucap Airin.
Sumber: Liputan6.com/Pramita Tristiawati
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya