Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden RI Joko Widodo (foto: Instagram @jokowi)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kembali netralitas TNI dan Polri dalam urusan demokrasi di Indonesia. Pesan itu disampaikan presiden saat menghadiri Rapat Pimpinan TNI-Polri Tahun 2022 di Jakarta Timur pada Selasa, 1 Maret 2022.
Jokowi mengingatkan bahwa kedisplinan aparat TNI-Polri dalam hal demokrasi sangat berbeda dengan masyarakat sipil biasa.
" Sangat beda sekali. Tidak bisa yang namanya tentara, yang namanya polisi itu ikut dalam urusan demokrasi," tegas Jokowi.
Kedisiplinan ini juga berkaitan dengan sikap para anggota TNI-terkait atas pemindahan ibu kota ke Ibu Kota Negara (IKN) baru yang bakal diberi nama Nusantara. Menurutnya, TNI-Polri tidak bisa menolak keputusan tersebut.
Jokowi mengatakan TNI-Polri harus mendukung rencana pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kalimantan Timur. Jokowi menilai TNI-Polri tidak bisa menolak untuk pindah ke IKN Nusantara. Apalagi sampai mengungkapkan ketidaksetujuannya tersebut melalui aplikasi perpesanan.
" Bicara mengenai IKN, enggak setuju IKN apa. Itu sudah diputuskan pemerintah dan disetujui DPR, kalau di dalam disiplin TNI-Polri sudah tidak bisa diperdebatkan."
" Apalagi di WA (WhatsApp) group dibaca gampang," tutur dia.
Presiden mengingatkan setiap pimpinan TNI/Polri harus berhati-hati dalam mengawasi anggotanya bahkan sampai kepada hal-hal kecil.
" Dimulai dari yang kecil nanti membesar, dan kita ke kedisiplinan TNI dan Polri. Karena disiplin tentara dan polri berbeda dengan sipil dan dibatasi oleh aturan pimpinan," sambung Jokowi.
Menurut Jokowi, jajaran TNI-Polari harus memberikan contoh kedisiplinan nasional kepada masyarakat. Namun, TNI juga harus membenahi kedisiplinannya, salah satunya terkait demokrasi.
" Enggak ada yang namanya bawahan itu merasa bebas, tidak sama dengan atas, eh enggak boleh. Dengan berbicara masalah demokrasi, tidak ada namanya di tentara kepolisian, enggak ada," katanya.
Jokowi meminta TNI-Polri mengencangkan lagi kedisplinan di institusi masing-masing. Bukan hanya para aparat saja, namun TNI-Polri juga harus mengajak keluarga mereka agar bersikap disiplin.
" Hal seperti ini harus mulai dikencangkan lagi, supaya masyarakat itu melihat dan bisa kita bawa juga ke arah kedisiplinan nasional," ujar Jokowi.
(Sumber: Liputan6.com)
Dream - Jokowi segera mengumumkan Kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara (IKN). Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu bahkan telah membocorkan sosok calon kepala otoritas tersebut.
“ Non-partai,” ucap Jokowi di Jakarta, Selasa 22 Februari 2022.
Ibu Kota Nusantara yang terletak di Kalimantan Timur diresmikan oleh Jokowi pada 15 Februari 2022. Kepastian pemindahan ibu kota negara juga sudah tertuang dalam peraturan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN).
Kepala Otoritas IKN bakal dilantik oleh Jokowi pada minggu depan. " Secepatnya, ya mungkin ini, mungkin minggu depan akan kita lantik," kata Jokowi.
Dalam Pasal 9 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022, disebutkan bahwa Kepala Otorita IKN akan dibantu oleh Wakil Kepala Otorita IKN yang ditunjuk. Mereka diangkat dan diberhentikan oleh presiden setelah konsultasi dengan DPR.
Pasal 10 UU tersrbut menyatakan bahwa masa jabatan Kepala Otorita IKN dan Wakil Otorita IKN berlangsung selama lima tahun terhitung sejak tanggal pelantikan. Pejabat yang sudah habis masa jabatannya bisa diangkat kembali.
Saat memberikan sambutan dalam acara peresmian kantor DPP NasDem tersebut, Jokowi sempat mengungkapkan alasan pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur.
Faktor terbesar adalah karena ketimpangan di sejumlah bidang kehidupan yang terjadi di Pulau Jawa dan luar Jawa. Pemindahan ini untuk pemerataan di semua lini kehidupan masyarakat Indonesia.
“ Sekali lagi perpindahan ini adalah untuk pemerataan, baik pemerataan infrastruktur, pemerataan ekonomi dan juga keadilan sosial,” ungkap Jokowi.
Kalimantan Timur adalah bagian dari daerah di Indonesia dengan alam hijau yang luas. Jokowi juga menjelaskan bahwa Ibu Kota Nusantara menggagas konsep Smart Forest City. Sekitar 70 persen dari area IKN akan menjadi area hijau.
Selain itu, pengelolaan transportasi, sistem pengairan, sistem kelistrikan, infrastruktur komunikasi, hingga pelayanan publik juga akan menggunakan teknologi modern.
“ Konsep besarnya adalah Smart Forest City, banyak hijaunya dan banyak hutannya. Semuanya dikelola dengan teknologi modern baik transportasi, baik sistem pengairan, baik sistem kelistrikan, baik infrastruktur komunikasi, baik pelayanan publik,” lanjut Presiden.
Sumber: setkab.go.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya