Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Denny Thios, Atlet Angkat Besi Peraih Juara Dunia Tahun 90-an (Foto: Twitter/@ghea_fajar)
Dream – Banyak mantan atlet Indonesia yang sudah berjuang mengharumkan nama bangsa harus hidup pahit saat sudah pensiun. Jasa mereka seperti hilang ditelan waktu, terlupakan begitu saja usai meninggalkan gelanggang.
Prestasi yang sudah ia peroleh tak menjamin kehidupan sehari-harinya di masa pensiun. Bahkan apresiasi negara bagi mereka yang sudah berjasa memanglah sangat minim.
Salah satu atlet tersebut adalah Denny Thios, atlet angkat besi peraih tiga medali emas asal Makassar. Konon kisah akhir hidupnya sangatlah nelangsa.
Benarkah demikian? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Dikutip dari Instagram @zonafaktaa, Denny Thios merupakan atlet angkat besi yang pernah menyabet medali emas di kancah internasional.
“ Dulu pernah sangat bersinar, tapi kini sirna begitu saja. Deretan piagam serta medali hanya jadi pajangan. Padahal beliau pernah memecahkan rekor di kejuaraan Inggris, Belanda, dan Swedia,” tulis akun tersebut di unggahannya.
Denny Thios telah berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan prestasinya pada tahun 1990-an. Saat itu namanya tercatat dalam daftar pemenang medali emas International Powerlifting Federation (IPF) World Championships.
“ Denny Thios, atlet angkat besi yang pernah menyabet 3 medali emas di kejuaraan dunia. dan mengharumkan nama Indonesia di tahun 90-an,” lanjutnya.

Dri data resmi situs IPF, Denny tercantum setidaknya empat kali ikut dalam ajang kejuaraan dunia angkat besi. Pada tahun 1990 ia berhasil membawa medali perunggu nomor 56 Kg di Hague, Belanda.
Kemudian di Orebro, Swedia, ia gagal meraih juara karena diskualifikasi. Namun pada tahun 1991 dan 1992 ia berhasil memboyong medali emas di Birmingham, Inggris dan Jonkoping, Swedia.
Meskipun berhasil mengharumkan nama bangsa, Denny Thios hidup sengsara di hari tuanya. Selepas pensiun sebagai atlet angkat besi yang berprestasi, ia mengalami kondisi ekonomi yang tak menentu.
Sayang, deretan prestasi itu tidak berarti apa-apa. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Denny bekerja sebagai tukang las di sebuah bengkel kecil yang dimilikinya di Makassar. Penghasilannya pun juga tak menentu.

“ Namun di hari tuanya, ia justru menjadi tukang las untuk menyambung hidup,” tulis akun yang sama.
Ia meneruskan usaha bengkel las orang tuanya di Makassar. Bengkel tersebut sangatlah sederhana dan penuh sesak dengan tumpukan besi-besi tua. Ia mengerjakan pesanan orang setiap harinya, seperti memotong atau melubangi besi hingga perbaiki mesin.

Setelah melewati jalan terjal usai pensiun dari cabor angkat besi, sang mantan atlet tersebut akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada 29 Mei 2018.
Meskipun sudah hampir 3 tahun berlalu, namun sudah selayaknya kita penghargaan setinggi-tingginya buat Denny Thios berkat prestasinya.
“ Denny Thios juara dunia angkat besi 1992 asal Makassar meninggal dunia 29 Mei lalu dalam sepi, diujung kariernya Denny bekerja sebagai tukang las di toko besi milik keluarganya,” tulis akun twitter @ghea_fajar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya