Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi Menyaksikan Kebersihan Sungai Cheonggyecheon Saat Jalan Pagi Di Seoul, Korsel, Selasa (11/9) Pagi. (Foto: Setkab.go.id/Rahmat/Humas)
Dream - Model penataan sungai di Korea Selatan telah memikat dua pemimpin di Tanah Air. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bermimpi bisa mengadopsi penataan sungai Cheonggyecheon di Korea Selatan.
Jokowi berharap model sungai Cheonggyecheon ini bisa diterapkan di sepanjang jalur Ciliwung.
Sementara di tempat berbeda, Ridwan Kamil lewat unggahan Instagramnya akan meniru model sungai yang sama di sepanjang Kali Malang, Bekasi, Jawa Barat.
" WARGA KOTA BEKASI tercinta, minggu depan sudah dimulai desain dan perencanaan revitalisasi Kali Malang. Semoga bisa sekeren Sungai Cheyonggyecheon di Seoul," tulis gubernur yang karib disapa Kang Emil di akun Instagramnya, @ridwankamil.
Berbeda dengan Kang Emil, Jokowi yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan melihat langsung kondisi sungai Cheonggyecheon ditemani Wali Kota Seolah Park Woon-soon dan peserta Korea Indonesia (KIND) Meet Up.
Mengenakan jaket berwarna merah, Jokowi menyempatkan menyusuri tepian sungai Cheonggyecheon pada Selasa pagi (11 September 2018) kemarin.
" Sungai ini, sampai tahun 2003, juga seperti Ciliwung di Jakarta. Dalam waktu dua tahun pada masa kepemimpinan Wali Kota Seoul Lee Myung-bak, Sungai Cheonggyecheon jadi bersih seperti zaman dahulu kala," tulis Jokowi.
Presiden berharap konsep pengembangan kawasan sungai di Korea ini bisa diaplikasikan khususnya di Jakarta.
" Sebuah tontonan yang bisa jadi tuntunan untuk bisa digarap di Jakarta," katanya.
View this post on Instagram
Mengutip laman Liputan6.com dari situs Asian Development Bank, proyek revitalisasi Cheonggyecheon dimulai pada 2013 atas inisiatif Wali Kota Lee Myung Bak yang kini mejabat Presiden Korsel. Dulu, dibangun jalan raya dan layang di kawasan itu yang menindih aliran sungai.
Awalnya, jalan raya berfungsi baik. Seiring volume mobil yang makin banyak, kondisi drainase menyebabkan korosi fondasi, status jalan makin tak layak, dan biaya perbaikan tinggi.
Warga sekitar pun sesak akibat polusi karena kondisi lingkungan yang dipenuhi polusi udara dan suara. Aktivitas bisnis di kawasan ini juga menjadi mati karena kalah bersaing.
Sebuah keputusan mengejutkan dilakukan Lee Myuang-bak. Jalan raya itu dirobohkan. Sebuah langkah yang terbilang berani dan ditentang banyak pihak karena dianggap membuat gaduh.
Selama dua tahun pemerintah Seoul, dibantu dana swasta, merapikan lokasi sungai dengan hati-hati. Dan langkah berani mereka memberi hasil membanggakan. Dari segi pariwisata, ada jutaan orang berkunjung ke Cheonggyecheon tiap tahun dan temperatur pun berkurang sampai 5 derajat Celcsus.
ADB menyebut pentingnya kemauan politik untuk melakukan proyek seperti Cheonggyecheon, serta perbaikan sistem transportasi, dan berfokus pada kota hijau. Tujuannya agar penduduk bisa mendapat ruang bersantai di tengah kota, yang mana itu dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.
Ingin tahu berapa dana dikeluarkan pemerintah Korea Selatan untuk mewujudkan mimpinya itu. Dana yang keluar saat itu adalah US$ 380 juta, setara dengan US$ 520 juta saat ini, atau Rp 7,74 triliun (USD 1 = Rp 14.886).
(Sah/Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya