Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kampus Ini Wajibkan Mahasiswi Punya Pacar Jika Ingin Kuliah, Foto Kekasih Jadi Bukti (Shutterstock)
Dream – Setiap tempat pasti memiliki aturannya masing-masing, termasuk di linkungan universitas.
Peraturan itu dibuat agar seluruh civitas akademika dapat tertib, sehingga proses belajar-mengajar pun dapat berjalan kondusif.
Namun, tak semua peraturan yang ada ternyata dibuat dengan maksud yang jelas. Di sisi lain, ada juga peraturan yang malah ditulis dengan kesan nyeleneh.
Seperti peraturan yang ada di SVM Autonomous College di Jagatsinghpur, Odisha, India ini. Kampus itu mewajibkan mahasiswi untuk punya pacar.
Bahkan, mereka dilarang mengikuti kelas jika belum bisa menunjukkan foto pasangan sebagai bukti telah memiliki kekasih.
Surat pemberitahuan yang “ memerintahkan” para siswi untuk mendapatkan pacar juga dibubuhi tanda tangan rektor.

Pemberitahuan itu sontak viral dan menuai kecaman publik. Banyak yang menyebut aturan tersebut tidak masuk akal dan melanggar hak-hak manusia.
Namun, baru-baru ini rektor universitas tersebut, Bijay Patra, membantah adanya pengumuman dan aturan tersebut. Ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.
Ternyata pemberitahuan itu adalah palsu, dan tidak ada perintah terkait yang dikeluarkan dari pihak kampus.
“ Pemberitahuan itu tidak saya keluarkan. Kop surat yang dicetak dengan pemberitahuan viral itu palsu. Tidak ada nomor kontak perguruan tinggi, maupun nama dalam urutan yang benar,”kata Patra, dilansir dari India.com.
“ Saya sudah mengajukan pengaduan polisi terkait hal ini menuntut hukuman bagi pelakunya sesuai hukum,” imbuhnya.
Rashmita Behera, yang seorang mahasiswa perguruan tinggi tersebut, juga mengatakan bahwa pengumuman tersebut mengada-ngada.
“ Kita semua telah melihat pemberitahuan viral itu. Ini tidak tampak nyata. Beberapa elemen buruk telah membuat pemberitahuan palsu menjadi viral. Ini telah memfitnah nama kampus kita. Rektor kami adalah orang yang baik dan kami tidak berpikir dia akan melakukan hal seperti itu," ujarnya.
Laporan: Cika Puspita
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya