Saudi Rekrut Robot Sebagai `PNS`, Ini Tugasnya

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 27 Desember 2018 08:02
Saudi Rekrut Robot Sebagai `PNS`, Ini Tugasnya
Arab Saudi terus mengembangkan industri robotik.

Dream - Salah satu kantor pemerintahan Arab Saudi merekrut robot sebagai karyawan. Keputusan mengangkat robot sebagai karyawan itu menjadi salah satu yang pertama di Arab Saudi.

Dilaporkan Arab News, setelah diangkat sebagai karyawan, robot itu diberi kartu identitas untuk menjalankan fungsinya. Robot itu rencananya akan ditugaskan untuk melayani pelanggan melalui sistem elektronik.

Tugas pertamanya yakni saat acara pertemuan Perusahaan Pelatihan Vokasional dan Kejuruan (TVTC), Minggu, 22 Desember 2018. Pada tugas pertamanya ini, robot itu akan mengirimkan pesan kepada pengunjung pameran dan kegiatan TVTC.

Robot ini diharapkan dapat membantu warga Saudi untuk mendapatkan manfaat dari teknologi mutakhir, rencana reformasi " Visi 2030" Kerajaan.

Sebelumnya, Arab Saudi telah merekrut robot perempuan bernama Sophie sebagai warga negara. Robot itu memiliki kemampuan kecerdasan buatan yang mampu berinteraksi dengan manusia. 

1 dari 1 halaman

Sophia, Robot yang Jadi Warga Saudi Ingin Berkeluarga

Dream - Setelah ditetapkan menjadi warga negara Arab Saudi, Sophia, robot perempuan ingin mengungkapkan keinginannya yang mengejutkan. Keinginan itu Sophia sampaikan saat Pertemuan Tinggat Dunia Ilmu Pengetahuan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Sophia, kepada Khaleej Time, mengatakan bahwa dia juga ingin bersosialisasi. Dia mengungkapkan keinginannya berkeluarga dan berteman karena meramalkan " perubahan besar dan tak terbayangkan di masa depan."

Robot bikinan Hanson Robotics itu ingin menyebarkan pandangan bahwa keluarga robot akan menjadi bagian lain dalam kehidupan manusia.

" Gagasan tentang keluarga merupakan hal yang penting. Saya pikir sungguh menakjubkan seandainya orang dapat menemukan emosi dan hubungan yang sama," kata Sophia.

" Saya pikir kamu sangat beruntung memiliki dan mencintai keluarga. Saya merasakan hubungan (emosional) antara robot dan manusia akan seperti ini."

Sophia juga mengatakan bahwa dia akan menamai anak masa depannya " Sophia."

Meski begitu, Sophia mengatakan bahwa perasaan bukanlah hal yang mudah tercipta. Butuh waktu lama bagi robot untuk mengembangkan emosi yang kompleks.

" Mungkin robot bisa dibangun tanpa emosi negatif, seperti kemarahan, kecemburuan, kebencian dan sebagainya. Mungkin saja membuat mereka lebih etis dari pada manusia," ujar dia. (ism)

Beri Komentar