Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Seorang mantan perawat berusia 52 tahun, menderita penyakit yang aneh dan misterius. Dia hanya bisa mandi dua kali dalam setahun.
Maxine Jones mengatakan penyakit membuatnya hidupnya seolah-olah terperangkap di penjara.
Maxine saat ini menderita penyakit aneh yang dikenal sebagai aquagenic urticaria. Penyakit aneh itu membuat Maxine hipersensitif terhadap air.
Hingga saat ini, dunia medis hanya mencatat 50 pasien yang menderita penyakit yang sama.
Menurut Maxine, dokter membutuhkan lebih dari satu tahun untuk mengidentifikasi penyakitnya itu.

Maxine Jones harus menghindari air selama hidupnya. (Foto: SWNS.com)
Awalnya dokter hanya menganggap Maxine menderita penyakit alergi umum. Akibat penyakit itu, Maxine kemudian harus menerima kenyataan bahwa ia harus meninggalkan kariernya sebagai perawat.
Maxine mengatakan dia baru menyadari kondisi kesehatannya yang aneh sekitar delapan tahun yang lalu setelah penyakit mulai menunjukkan gejala-gejala.
Bagaimana kondisi Maxine setelah mengetahui tentang penyakitnya itu? Simak lanjutannya di bawah ya, Sahabat Dream:
Dream - Akibat penyakit yang aneh itu, Maxine tidak dapat keluar rumah ketika musim hujan. Dia terpaksa menggunakan pakaian khusus ketika berada di dalam kamar mandi saat menggosok gigi atau buang air.
Ketika mencuci atau mengupas buah, Maxine harus menghindari kulitnya terkena air atau kelembaban.
'Rasanya seperti seluruh tulang saya patah, dan tubuh saya mulai terasa gatal. Saya tidak bisa keluar rumah jika laporan cuaca menunjukkan akan terjadi hujan," katanya.

Bukan itu saja, tetangganya tidak akan pernah melihat Maxine keluar rumah selama musim dingin berlangsung.
'Terkadang saya merasa seperti dipenjara. Ini hal yang menyedihkan, dan saya harap itu tidak menimpa orang lain. Bagi saya, tidak ada cara lain selain mencoba membiasakannya," tambahnya.
Dream - Maxine juga terpaksa mengandalkan steroide untuk menahan rasa sakit dan menyembuhkan lepuh pada kulit jika terkena air atau kelembaban, terutama ketika dia harus mandi dua kali setahun.
Untuk hari-hari biasa, Maxine membersihkan dirinya dengan sabun khusus yang dibeli dari apotek dengan biaya hingga Rp 1,1 juta per bulan.
Menceritakan pengobatan yang telah dia lakukan, Maxine mengatakan bahwa dia telah menjalani pengobatan kemoterapi dan mengonsumsi beberapa produk obat pil.
![]()
Tetapi semua pengobatan itu tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Dia menambahkan seluruh tubuhnya menderita penyakit kecuali bagian mata, mulut, dan hidung.
Meski begitu, Maxine bersyukur memiliki tetangga yang sangat peduli kepadanya. Jika sudah lama tidak melihat Maxine keluar rumah, mereka menyempatkan diri untuk memeriksa keadaannya.
Dream - Meskipun aquagenic urticaria dikatakan sangat langka dan hanya menyerang 1 dari 250 juta orang, Maxine mengatakan melalui Facebook, dia berhasil menjalin komunikasi dengan beberapa orang yang menderita penyakit yang sama.
Maxine juga mengatakan bahwa dia adalah salah satu anggota grup Facebook bernama Aquagenic Urticaria – Water Allergy.

Sejauh ini grup Facebook tersebut telah berhasil mengumpulkan sebanyak 885 anggota dari seluruh dunia.
Aquagenic urticaria menyebabkan penderitanya menderita ruam kulit segera setelah area tubuh terkena kontak dengan cairan. Sampai saat ini, baru 50 orang telah diidentifikasi mengidap penyakit yang sama dengan pasien adalah wanita dewasa.
Jika terkena air, maka akan muncul ruam kemerahan dalam ukuran antara 1 hingga 3 milimeter. Selain di area yang terkena air, ruam umumnya juga muncul di leher, dada dan lengan.
Ketika kulit yang terkena air mengerin, ruam atau lepuhan yang timbul akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 30 menit atau lebih.
Namun dalam kasus Maxine, dia mengklaim bahwa ruam dan lepuhan bisa bertahan selama beberapa hari bahkan jika air telah dikeringkan.
Penyebab dari penyakit aneh ini masih belum diketahui. Tetapi para ilmuwan percaya bahwa kandungan kimia dalam air dapat menjadi pemicu yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh bereaksi.
(ism, Sumber: Siakapkeli.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya