Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seniman Bernama Daan Roosegaarde Menciptakan Alat Pembersih Udara (air Purifier) Terbesar Di Dunia. (Sumber: CNN Money)
Dream - Seorang seniman, Daan Roosegaarde, membuat alat penjernih udara terbesar di dunia. Dia terinspirasi oleh polusi udara yang ada di Tiongkok.
Dilansir dari CNN Money, Minggu 3 Juli 2016, inspirasi itu datang saat dia berkunjung ke Beijing, Tiongkok pada tahun 2014. Dari kamar hotel yang ada di lantai 32, Roseegaarde melihat polusi udara menyelimuti Beijing.
" Semuanya hilang, Seluruh kota tertutup kabut polusi," kata dia.
Dua tahun ke depan, dia membuat purwarupa (prototype) alat penjernih udara yang diberi nama " Smog Free Tower" . Roosegaarde membuat alat itu di perusahaannya, Studio Roosegaarde di Rotterdam, Belanda. " Menara" setinggi 7 meter ini menggunakan teknologi ion untuk menangkap partikel-partikel berukuran 2,5 PM-10 PM dan menghasilkan 75 persen udara bersih. Alat ini juga bisa membersihkan 30 ribu kubik udara per jam. Konsumsi listriknya hanya 1.400 watt.
" Kelinci kecil ada di sekitar menara itu. Saya tidak tahu mengapa. Mungkin karena mereka bisa merasakan perubahan (terhadap udara sekitar)," kata dia.
Satu hal yang mengagumkan dari alat yang dirancang pria berusia 36 tahun ini. Roosegaarde dan timnya bisa membuat perhiasan dari debu yang disaring oleh alat ini. Mereka membuat berlian hitam secara alami dari partikel karbon yang dikompresi. Partikel polusi yang dikumpulkan ini, dipress selama 30 menit dan dibungkus dengan kotak kecil, Nah, " berlian" ini dijadikan mata cincin dan kancing kemeja.
" Cincin kami pernah dibeli untuk cincin pernikahan," kata dia.
Roosegaarde mengatakan 1.000 cincin dan mata kancing pertamanya telah dikirimkan kepada konsumen. Permintaan pun terus bertambah. Masalanya hanya satu: mereka kehabisan asap polusi.
" Tapi, kami yakin bisa mendapatkan lebih banyak polusi di Beijing," kata dia.
Ya, di Beijing. Roosegaarde memang akan membawa alat ini dalam turnya ke Tiongkok. Rencananya, dia dan " Smog Free Tower" akan tiba di Negeri Tirai Bambu itu pada September ini, Tur ini merupakan kolaborasi antara Studio Roosegaarde dengan Kementerian Lingkungan Hidup Tiongkok. Kota pertama yang jadi sasarannya adalah Beijing.
Setelah Tiongkok, Roosegaarde akan memperkenalkan menara kecil ini ke negara lain, yaitu Meksiko dan India.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya