Kasus Kekerasan STIP, Anies Baswedan: Jangan Diamkan Kekerasan

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 12 Januari 2017 08:52
Kasus Kekerasan STIP, Anies Baswedan: Jangan Diamkan Kekerasan
Anies mengatakan aturan untuk menciptakan sekolah nol kekerasan harus lebih tegas dijalankan.

Dream - Kasus kekerasan yang masih terjadi di lembaga pendidikan menyisakan kepiluan mendalam. Seorang Taruna tingkat 1 Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, AAP, meninggal akibat hantaman pukulan dari seniornya.

Mantan Menteri Pendidikan yang kini mencalonkan diri sebagai calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan pengawasan dan aturan untuk menciptakan lembaga pendidikan nol kekerasan harus lebih tegas diterapkan. Salah satunya dengan mengintensifkan sosialiasi sistem pendidikan yang tidak mentolerir kekerasan.

" Ketika sudah terjadi kekerasan, jangan pernah tidak dihukum. Harus ada pembinaan, harus ada sanksi. Kalau sampai meninggal, pidana itu jadinya," kata Anies pada saat sosialisasi program kampanye di GOR Sunter, Jakarta Utara, Rabu, 11 Januari 2017.

Agar kasus semacam itu tak terulang, Anies mengusulkan dibuat gugus pencegahan kekerasan di tiap sekolah. Gugus tersebut diharapkan mendeteksi potensi kekerasan yang bisa terjadi di sekolah.

" Sebab, kekerasan kecil-kecil jika didiamkan akan menjadi ekstrim. Lalu, akhirnya muncul peristiwa besar," kata dia.

Dalam gugus pencegahan kekerasan itu, kata Anies, akan dipasang papan pelaporan dan nomor telepon untuk melaporkan kejadian kekerasan yang dialami siswa. Sebab, hingga kini, kekerasan yang bersifat kecil-kecil tak dapat ditindak karena tidak muncul posko pelaporan

" Hari ini kalau mau lapor kekerasan ke mana coba?" ujar dia.

Dengan melapor ke gugus sekolah, siswa yang mengalami kekerasan dapat langsung melapor. Sehingga, peristiwa yang dialami dapat langsung ditindak.

" Karena kalau tidak, biasanya lingkaran yang menjaga," ucap dia.(Sah)

Beri Komentar