Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Keranjang Besi Warga Desa Yushan (Shanghaiist)
Dream - Selama 16 tahun, warga di Desan Yushan, Provinsi Hubei, Tiongkok, harus menantang maut. Warga di desa terpencil di wilayah Hefeng itu harus menggunakan keranjang besi yang tergantung tinggi untuk ke luar dan masuk desa mereka.
Masyarakat setempat menyebut alat itu keranjang besi karena memang terbuat dari kerangka besi. Bentuknya kotak. Yang berbahaya, keranjang ini tanpa pintu yang tertutup.
Besi yang digunakan pun sudah karatan. Sudah begitu, keranjang ini digantungkan dengan kawat seling sepanjang 1.000 meter, dan berada di atas ketinggian 480 meter dari permukaan tanah.

Alat ini sungguh berbahaya. Tak ada fasilitas pengaman yang dipasang pada keranjang itu. Meski demikian, tak ada catatan kecelakaan sejak alat ini dioperasikan 16 tahun silam.
Sehingga keranjang besi ini tetap saja menjadi sarana transportasi utama bagi 196 warga Desa Yushan. Sebab, kondisi desa yang terletak di tebing gunung membuat sarana ini yang paling mudah dan cepat untuk menghubungkan penduduk 'desa di atas awan' ini dengan dunia luar.

Keranjang besi itu digerakkan oleh operator yang berada di sebelah sisi tebing. Sang operator harus mengontrol generator untuk tetap membuat keranjang itu berjalan dari sisi tebing yang satu ke sisi lainnya.

Tak hanya manusia, keranjang ini setiap hari juga mengangkut barang-barang bawaan warga. Selain itu, juga hewan peliharaan, semisal kuda. (Ism, Sumber: Shanghaiist.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya