Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Pertemuan AMSI Dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Dream - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah cukup lama berlalu. Sayangnya, gelaran yang harusnya menjadi pesta demokrasi tersebut menyisakan 'kerak' pertengkaran hingga saat ini.
Jejak itu memenuhi sejumlah platform media sosial. Sedihnya, ini berdampak pada penobatan warganet Indonesia sebagai pengguna media sosial dengan kalimat-kalimat terkasar se-Asean.
Hal ini memicu keprihatinan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Dia menyatakan butuh keterlibatan banyak pihak, terutama media, untuk mendamaikan gesekan dengan membangun ruang dialog.
" Di era reformasi ini ada ketimpangan, barangnya canggih (smartphone) tapi mentalnya belum siap. Kita ini bangsa paling julid se-Asean," ujar Ridwan saat bertemu secara virtula dengan pimpinan media anggota Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).
Ridwan mengaku gelisah dengan femonena pertengkaran di media sosial ini. Dia menilai masyarakat jadi mudah bertengkar pasca-Pilpres 2019.
" AMSI bisa mereduksi dosis bertengkar dan memperbanyak diskusi," kata dia.
Menurut Ridwan, saat ini setiap orang dapat membuat berita namun tetap berbeda dengan berita produksi media arus utama. Meski demikian, berita-berita dari perseorangan tersebut ternyata sukses membuat masyarakat bingung.
Masyarakat jadi tidak bisa membedakan berita yang benar dengan hoaks. Ini akibat terlalu banyaknya informasi yang beredar secara liar.
" Dulu mau nonton, ada jadwalnya. Problem sekarang adalah memilah media karena semua orang bisa memproduksi berita," kata dia.
Lebih lanjut, Ridwan menyarankan media online arus utama melengkapi akun medsos resminya dengan centrang biru. Ini dapat menjadi standar media memproduksi berita yang benar dan sehat.
Ketua Umum AMSI Pusat, Wenseslaus Manggut, menyatakan AMSI didirikan dengan misi membangun ekosistem media sosial yang sehat. Tidak semata untuk perusahaannya namun juga konten,
" Media online begitu banyak, AMSI berdiri agar perusahaan sehat, kontennya juga sehat," kata dia.
Wens mengapresiasi pertemuan dan menyambut baik ajakan Ridwan untuk membangun ruang dialog sehat. Dengan begitu, pembaca bisa memperoleh perspektif lebih luas sehingga pertengkaran bisa direduksi.
Turut hadir dalam pertemuan ini antara lain Koordinator Wilayah (Korwil) Jabar-Banten AMSI Ronny Kusuma, Ketua AMSI Jabar Riana A. Wangsadiredja, Kepala Diskominfo Jawa Barat Setiaji, dan pengurus serta anggota AMSI Jabar.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia