Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penduduk Di Hamtramck (Foto: Facebook/CityofHamtramc)
Dream - Banyak orang mengira kota-kota di Amerika Serikat lebih banyak dihuni oleh umat non-Muslim. Padahal, sebenarnya ada kota yang ternyata umat Islam menjadi mayoritas penduduk di wilayahnya.
Kota itu adalah Hamtramck, dibaca Hemtremik. Lokasinya dekat dengan Detroit di Negara Bagian Michigan.
Hamtramck diakui sebagai kota berpenduduk Muslim terbanyak pertama di AS sejak 2014 lalu. Kebanyakan dikarenakan warganya adalah Muslim pendatang imigran.
Sebelumnya, pada 1970-an kota ini dikenal sebagai tempat tinggal keturunan Polandia dengan populasi hingga 90 persen. Tetapi sejak 2000-an, banyak Muslim berdatangan ke sana dari Yaman, Bangladesh, serta Bosnia.
Dari sensus 2016, penduduk keturunan Polandia hanya tinggal 10 persen. Sedangkan penduduk Muslim meningkat menjadi 60 persen.
Wanita mengenakan burqa sudah menjadi pemandangan biasa. Hebatnya, tidak ada gesekan sama sekali atas dasar agama di kota ini. Nilai toleransinya cukup tinggi, dibuktikan dengan walikotanya yang seorang Nasrani.
Salah satu pemuda kota itu, Shaffwab Ahmed, bercerita proses Hamtramck menjadi kota yang toleran tidaklah mudah. Isu Islamophobia sempat menguat dan menjadi alasan warga keturunan Polandia banyak meninggalkan kota ini.
Kekhawatiran itu semakin meninggi pada 2015, akibat mayoritas kursi Dewan Kota diisi Muslim. Sempat juga muncul isu Hamtramck akan menerapkan hukum Islam.
" Mereka berasumsi bahwa karena kami berada di sini maka bar-bar akan ditutup, hukum Syariah akan diberlakukan, dan lain-lain," kata Ahmed.
Dia mengatakan banyak orang mungkin tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya. Meskipun Dewan Kota diisi lebih banyak Muslim, mereka " tidak melakukan perubahan apa-apa yang membuat kota ini lebih bernuansa Muslim."
Wali Kota Hamtramck, Karen Majewski, wanita keturunan Polandia dan seorang non-Muslim, mengakui sempat ada gesekan ketika kota yang dipimpinnya berubah menjadi tempat tinggal mayoritas Muslim. Meski pada akhirnya, semua orang bisa menerima perbedaan yang terjadi.
" Etnisitas dan keberagaman menjadi ciri khas kota ini," kata dia.
Dia juga mengakui apa yang terjadi saat ini melalui proses yang tidak mudah. Namun, semua terjadi secara alami hingga setiap orang bisa menerima satu sama lain.
" Ada suasana penerimaan seiring berjalannya waktu. Mereka secara perlahan menerima kehadiran Muslim. Dan ini yang membuat kita berpotensi untuk dijadikan kota contoh mengenai interaksi dalam keberagaman," kata Majewski, dikutip dari VOA.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya