Bola Kasus Baiq Nuril di Tangan Siapa?

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 9 Juli 2019 14:02
Bola Kasus Baiq Nuril di Tangan Siapa?
Jokowi berjanji memberikan kewenangan.

Dream - Jaksa Agung, M Prasetyo memberi waktu Baiq Nuril untuk mengajukan amnesti atau pengampunan ke Presiden Joko Widodo.

" Kita lihat bagaimana nanti yang terbaik lah. Kita kan memperhatikan aspirasi masyarakat juga seperti apa. Yang pasti hak hukum yang bersangkutan sudah selesai semua," kata Prasetyo, dilaporkan Liputan6.com, Senin, 8 Juli 2019.

Prasetyo enggan terburu-buru mengeksekusi Baiq Nuril karena melihat perkembangan aspirasi masyarakat. Dia menyebut, Jokowi punya wewenang memberi amnesti terhadap mantan guru SMA N 7 Mataram tersebut.

" Belum, belum. Tapi, dia juga aktif seperti apa nanti. Jangan juga dia terkesan lari-lari," ucap dia.

Jokowi mempersilakan Baiq Nuril mengajukan amnesti. Jokowi berjanji menggunakan kewenangannya apabila Baiq Nuril mengajukan amnesti.

" Nanti kalau sudah masuk ke saya, menjadi wilayah kewenangan saya, ya akan saya gunakan kewenangan yang saya miliki," kata Jokowi.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)

1 dari 5 halaman

PK Ditolak, Baiq Nuril Harus Jalani Hukuman 6 Bulan Penjara

Dream - Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Baiq Nuril ditolak Mahkamah Agung (MA). Sehingga, mantan guru honorer SMAN 7 Mataram itu tetap harus menjalani hukuman kurungan 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan.

" Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) Pemohon/Terpidana Baiq Nuril yang mengajukan PK ke MA dengan nomor 83 PK/Pid.Sus/2019. Dengan ditolaknya permohonan PK Pemohon/Terpidana tersebut maka putusan kasasi MA yang menghukum dirinya dinyatakan tetap berlaku," kata Juru Bicara MA, Andi Samsan Nganro, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 5 Juli 2019.

Sidang PK yang diketuai hakim Suhadi beralasan, tidak membenarkan dalil PK Baiq Nuril mengenai kekhilafan hakim di putusan tingkat kasasi. " Karena putusan judex yuris tersebut sudah tepat dan benar dalam pertimbangan hukumnya," kata dia.

Majelis hakim berpendapat, perbuatan Baiq Nuril yang merekam pembicaraannya dengan kepala sekolah sekitar setahun lalu dan menyebarkan ke saksi Imam Mudawin mengandung unsur pidana.

" Terdakwa yang menyerahkan handphone miliknya kepada orang lain kemudian dapat didistribusikan dan dapat diakses informasi atau dokumen elektronik yang berisi pembicaraan yang bermuatan tindak kesusilaan tidak dapat dibenarkan. Atas alasan tersebut permohonan PK pemohon atau terdakwa ditolak," ujar dia.

2 dari 5 halaman

Sempat Dibebaskan

Sebelumnya, vonis hukuman Baiq Nuril telah dijatuhkan melalui Majelis Kasasi, MA, yang dipimpin Hakim Agung Sri Murwahyuni pada 26 September 2018.

Majelis Kasasi menganulir putusan pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Mataram yang menyatakan Baiq Nuril bebas dari seluruh tuntutan dan tidak bersalah melanggar Pasal 27 Ayat 1 Juncto Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pengadilan Negeri Mataram melalui Majelis Hakim yang dipimpin Albertus Husada pada 26 Juli 2017, dalam putusannya menyatakan bahwa hasil rekaman pembicaraan Baiq Nuril dengan H Muslim, mantan Kepala SMAN 7 Mataram yang diduga mengandung unsur asusila dinilai tidak memenuhi pidana pelanggaran Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sumber: Liputan6.com

3 dari 5 halaman

Hotman Paris Turun Gunung Bantu Baiq Nuril, Guru Honorer Korban Pelecehan

Dream - Kisah guru honorer, Baiq Nuril, (36 tahun) yang menjadi korban pelecehan tengah menjadi sorotan. Cerita ini menjadi viral karena Nuril yang sudah menang di tahap pengadilan negeri malah dinyatakan bersalah setelah jaksa mengajukan banding dan dikabulkan Mahkamah Agung (MA).

Dalam keputusannya, MA menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menetapkan Nuril bersalah dan terancam dihukum penjara 6 bulan serta denda Rp500 juta.

Kasus hukum yang viral ini terdengar ke telinga advokat senior Hotman Paris Hutapea. Dia pun menyatakan akan turun gunung memperjuangkan keadilan bagi Nuril.

"Hotman Paris siap bantu Baiq Nuril, korban pelecehan seksual yang dipenjara dan didenda Rp500 juta," demikian pesan yang tercantum dalam unggahan Hotman di Instagramnya, @hotmanparisofficial.

      View this post on Instagram

Keadilan yg makin terlalu mahal di Tanah Air Kucinta � � �! Salam dari Florence Italia utk teman setanah air yg sebahagian bernasib malang! Agar kuasa hukum wanita malang ini datang ke kopi joni! Ayok kita lawan

A post shared by Dr. Hotman Paris Hutapea SH MH (@hotmanparisofficial) on 

Hotman menyatakan keadilan di negeri ini ternyata tidak berpihak pada korban pelecehan dan kekerasan seksual.

"Keadilan yg makin terlalu mahal di Tanah Air Kucinta," tulis Hotman.

Dia mengundang kuasa hukum Nuril untuk bertemu di Jakarta. Hotman ingin membahas strategi dalam membela Nuril.

"Agar kuasa hukum wanita malang ini datang ke kopi joni! Ayok kita lawan," tulis Hotman.

Hotman juga mengajak seluruh kaum hawa memberikan dukungan kepada Nuril. Ajakan tersebut dia sampaikan lewat sebuah video yang diambil di salah satu kafe di Florence, Italia.

      View this post on Instagram

Selamatkan mbak Nuril! Kirim surat dukungan ke alamat: Kopi Joni cq hotman paris jln kelapa Kopyor Raya Blok Q1 no 1 Kelapa Gading Permai Jakarta Utara

A post shared by Dr. Hotman Paris Hutapea SH MH (@hotmanparisofficial) on 

Kasus ini bermula dari tersebarnya rekaman suara yang terdapat pada ponsel Nuril. Rekaman tersebut berisi ucapan diduga seorang pria yang melecehkan Nuril.

Pengadilan Negeri Mataram memutuskan Nuril tidak bersalah. Tetapi, di tahap banding, Pengadilan Tinggi Mataram menguatkan putusan PN Mataram dan menvonis Nuril dengan hukuman penjara selama 6 bulan dan denda Rp500 juta.

Demikian pula pada tahapan Kasasi. Mahkamah Agung justru menguatkan putusan PT Mataram sehingga Nuril harus menjalani hukuman.

Saat ini, putusan terhadap Nuril sedang dalam proses eksekusi.

(Sah)

4 dari 5 halaman

Lion Air Jatuh, Hotman Undang Pengacara Amerika, Buat Apa?

Dream - Jatuhnya pesawat Lion Air JT610 pada Senin, 29 Oktober 2018, menyisakan banyak cerita. Salah satu yang masih menjadi perbincangan hangat adalah perihal pemicu jatuhnya pesawat tersebut.

Hal ini dikarenakan masalah keamanan pesawat Lion yang sudah menjadi perhatian banyak orang. Satu di antaranya, komentar dari pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea.

Melalui video unggahan di akun instagramnya, @hotmanparisofficial, pada Rabu, 31 Oktober 2018, Hotman mengatakan kecurigaannya perihal penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT610.

Dirinya menduga pesawat yang mengangkut 189 penumpang dan awak itu jatuh karena human error atau kelalaian, terutama informasi yang diterima soal adanya masalah teknis pesawat yang sama saat terbang dari Denpasar ke Jakarta

" Kapan waktunya dilakukan perbaikan? Atau penelitian?," Ucap Hotman.

Pengacara nyentrik ini juga meminta pemerintah segera menyelidiki dan mengusut tuntas tragedi tersebut.

" Itu adalah titik sensitif yang Menteri Perhubungan dan KNKT harus segera menyelidiki," ungkap Hotman. 

Kata Bos Lion

CEO Lion Air, Edward Sirait, mengakui sempat mendapat laporan masalah teknis yang terjadi pada pesawat JT610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat. Tetapi, Edward menilai hal ini merupakan masalah umum yang kerap terjadi di sejumlah pesawat.

" Memang ada laporan masalah teknis," ujar Edward di Cengkareng, Banten, Senin 29 Oktober 2018. Masalah itu, kata dia, telah ditangani sesuai dengan petunjuk dari pabrikan pesawat.

Namun Edward tidak bisa memberikan keterangan masalah teknis apa yang dialami pesawat Boeing 737 Max 8 yang terbang dari Cengkareng menuju Pangkalpinang tersebut.

" Pesawat mengalami kendala teknis memang umum terjadi. mengenai kerusakan, kami belum bisa memberikan informasi," kata dia.

Selanjutnya, Edward memastikan pesawat telah ditangani dengan baik. Tim teknisi di darat segera bertugas begitu mendapat laporan adanya masalah teknis dari awak.

" Ketika dia mendarat, begitu ada laporan dari awak langsung kita tangani," ucap Edward.

Setelah menjalani pemeriksaan di darat, kata Edward, tim menyatakan pesawat layak terbang. Dia pun memastikan seluruh kru bekerja sesuai prosedur. " Saya yakin semua bekerja sesuai prosedur," ucap Edward.

(ism)

5 dari 5 halaman

Undang Pengacara Amerika

Di akhir video Hotman juga turut mengundang pengacara-pengacara dari Amerika Serikat untuk turut membantu korban dalam menuntut ganti rugi.

"Yang kedua para pengacara Ambulance chaser, dari Amerika sudah waktunya datang untuk menghubungi keluarga korban untuk kemungkinan menggugat perusahaan Boeing, Ambulan chaser, para pengacara dari Amerika datang segera ke Jakarta," pungkasnya.

 

      View this post on Instagram

A post shared by Dr. Hotman Paris Hutapea SH MH (@hotmanparisofficial) on 

(ism)

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim