Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Perbedaan antar kasta masih sangat kental di India. Hal ini sering menjadi salah satu pemicu permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat di sana.
Memang, saat ini masyarakat India semakin terbuka dan tidak terlalu ketat seperti dulu, namun beberapa daerah masih sangat memegang erat kedudukan kasta ini.
Dilansir dari Daily Star, seorang siswa terbunuh oleh guru karena salah eja kata saat ujian. Perbedaan kasta juga menjadi salah satu alasan besar hal naas ini terjadi.
Nikhil Dohre, siswa yang meninggal itu dikabarkan ditendang dan dipukuli sampai terjatuh oleh gurunya. Nikhil dipukul setelah salah mengeja kata ‘sosial’ dalam ujian.
Remaja berusia 15 tahu itu menderita kerusakan ginjal dan meninggal karena luka-lukanya pada Senin, 26 September 202 di sebuah rumah sakit di negara bagian Uttar Pradesh Utara, India Utara.
Guru yang menjadi pelaku kekerasan ini dikabarkan kabur dan tengah menjadi buronan polisi. " Dia buron, tapi kami akan segera menangkapnya," kata petugas polisi Mahendra Pratap Singh kepada wartawan.
Nikhil merupakan siswa di sebuah sekolah swasta di distrik Auriya, Uttar Pradesh. Keluarganya adalah anggota kasta Dalit, kasta terendah dalam sistem kelas India.
Dalit, sering disebut ‘tak tersentuh’, secara historis tertindas dan diberi pekerjaan paling kotor untuk dilakukan. Bahkan hingga hari ini, mereka masih tertinggal di belakang orang India lainnya dalam hal pendapatan dan kesejahteraan hidup.
Ayah korban mengatakan bahwa guru itu secara verbal melecehkan putranya dengan hinaan mengenai kasta serta memukulnya berulang kali dengan tongkat dan menendangnya.
Setelah pemeriksaan jenazah, tubuh Nikhil diserahkan kepada pihak keluarga, tetapi pengunjuk rasa membawa jenazah ke sekolah tempat dia dipukuli, dan meletakkannya di jalan sambil meneriakkan keadilan.
Protes kekerasan terhadap sistem kasta kini telah meletus di seluruh wilayah setelah kematian Nikhil. Unjuk rasa yang terjadi cukup ricuh, mengakibatkan beberapa kerusakan properti hingga mobil polisi yang terbalik dan terbakar.
“ Awalnya keponakan saya dipukuli secara brutal oleh guru, kemudian dianiaya karena kami adalah Dalit,” ungkap Paman korban, Rishi Kumar, kepada wartawan.
“ Guru itu berasal dari kasta atas, dia membunuh Nikhil dan kemudian melontarkan cercaan kasta ketika kami menuntut kompensasi uang,” imbuhnya.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya