Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Citra Satelit Yang Menunjukkan Tiga Desa Yang Dibakar (Sumber: USA Today)
Dream - Kekerasan terhadap Muslim Rohingya kembali terulang. Melalui citra satelit menjadi bukti yang menunjukkan beberapa desa di negara bagian Rakhine, Myanmar mengalami kerusakan parah.
Menurut laporan Human Rigth Watch (HRW) kerusakan terjadi di desa Pyaung Pyit, Kyet Yoe Pyin dan Peik. HRW mendesak pemerintah Myanmar untuk mengundang penyidik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk menyidik peristiwa itu.
Dalam catatan HRW total kehancuran bangunan di tiga desa di distrik Maungdaw itu mencapai 430 bangunan. Bangunan-bangunan itu mengalami kerusakan antara 22 Oktober hingga 10 November 2016.
" Citra satelit ini tidak hanya mengonfirmasi kerusakan luas di desa Rohingya tetapi menunjukkan kerusakan yang diakibatkan lebih dari yang kita pikirkan," kata Direktur HRW Asia, Brad Adams, dilansir dari Al-Jazeera, Minggu, 20 November 2016.
Ketegangan pada peristiwa Muslim Rohingya telah muncul sejak lama. Muslim Rohingya kebanyakan merupakan penduduk yang terusir dari Bangladesh.
Dikutip dari laman USA Today, tentara Myanmar telah memberi larangan bagi para sukarelawan dan wartawan yang ingin meliput di zona yang mereka serang. Mereka berdalih, serangan dilakukan untuk membersihkan ekstimis berideologi ekstrim.
Sekitar 1 juta penduduk Rohingya kini tinggal di kamp-kamp isolasi yang dikendalikan oleh tentara. Keadaan semakin parah karena makanan dan obat-obatan sangat langka.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya