Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penampakan Topan Super Hagibis Yang Mengerikan Dilihat Dari Angkasa. (Foto: NASA)
Dream - Menjadi badai tropis kategori 5 dalam Skala Saffir-Simpson, topan super Hagibis yang terbentuk di Samudera Pasifik telah bergerak ke Jepang.
Foto penampakan topan berukuran sangat besar itu dirilis oleh Badan Antariksa Amerika Serikat NASA pada 11 Oktober 2019 lalu.

Foto tersebut diambil menggunakan modul bernama Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) yang ditanamkan pada Satelit Aqua NASA.
Dalam gambar terlihat 'mata' badai berukuran kecil yang dikelilingi oleh pusaran angin yang kuat disertai kilat dan 'ekor' awan yang besar.
Saat diambil satelit, topan Hagibis bergerak dalam kecepatan 210 kilometer per jam. Saat itu ukurannya juga sangat besar, mencapai lebar 1.400 kilometer.
Sebagai perbandingan, Honshu - pulau terbesar dan terpadat di Jepang - hanya memiliki panjang sekitar 1.300 kilometer.
Menurut Patrick Duran dari tim NASA Short-term Prediction Research and Transition Center (SPoRT), mata badai tidak selalu berukuran besar.
Jika mata badai berukuran sangat kecil seperti yang terlihat pada topan Hagibis saat ini, biasanya itu menandakan daya rusaknya yang sangat besar.
" Mata badai yang seperti lubang jarum biasanya terlihat pada topan yang sangat kuat. Yang paling unik dari topan Hagibis ini adalah kecepatannya berubah menjadi topan super dari pertama kalinya ia terbentuk," jelas Duran.
Duran mengakui saat ini para ahli belum tahu penyebab topan seperti Hagibis bisa berubah menjadi kuat dalam waktu singkat.
Badan Meteorologi Jepang memperingatkan warga tentang tanda-tanda datangnya topan super Hagibis ini.
Mereka menyebutkan topan super Hagibis akan didahului oleh hujan lebat, gelombang tinggi, dan badai di beberapa daerah pesisir.

Karena itu yang paling terdampak adalah transportasi. Penerbangan dibatalkan dan layanan kereta ditangguhkan.
Salah satu pulau di Jepang yang kemungkinan paling parah jika terdampak topan super Hagibis adalah Pulau Honshu.
Hal ini akan mengganggu penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia Rugby dan Formula 1 yang masuk babak kualifikasi.
Sumber: Earth Observatory, NASA
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya