Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Jenguk Wiranto, Prabowo: Saya Kutuk Radikalisme dan Terorisme

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 11 Oktober 2019 20:09
Jenguk Wiranto, Prabowo: Saya Kutuk Radikalisme dan Terorisme
Meski pukul meja, asal musyawarah mufakat.

Dream - Prabowo mengutuk aksi penusukan terhadap Wiranto. Dia menyampaikan kecaman tersebut setelah menjenguk Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, itu.

" Ya saya mengutuk semua bentuk terorisme, semua bentuk radikalisme, semua bentuk kekerasan, kita hindari. Dan harus kita cegah, dan tidak boleh ada di Indonesia," ujar Prabowo, Jumat 11 Oktober 2019.

Menurut mantan calon presiden itu, semua bentuk perbedaan sejatinya harus diselesaikan secara baik dengan musyawarah mufakat. " Kalau perlu pukul-pukul meja," kata dia.

" Tapi enggak boleh ada penyelesaian dengan kekerasan, itu saya dari dulu tidak mau dan saya kira kita harus bersatu bentuk-bentuk seperti ini," tambah mantan Danjen Kopassus tersebut.

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan, harus ada pendidikan yang baik di masyarakat untuk mengatasi masalah terorisme dan radikalisme.

" Para pemimpin semua sektor, semua bidang saya kira, terutama semua para pemimpin agama harus benar-benar berani mendidik mengajarkan untuk hindari bentuk-bentuk seperti ini," kata dia.

Setelah kunjungan di RSPAD Gatot Soebroto itu, Prabowo menyebut kondisi Wiranto sudah stabil. " Alhamdulillah kondisinya stabil, mudah-mudahan cepat baik, kita doakan semua," kata Prabowo.

1 dari 5 halaman

Firasat Anak Buah Wiranto, Ingatkan Tak Datang ke Pandeglang

Dream - Tenaga Ahli Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Agus Zaini mengaku sudah mewanti-wanti atasannya, Wiranto, untuk tak menghadiri undangan pengurus Universitas Mathla'ul Anwar di Pandeglang, Banten.

Agus beralasan, kegiatan Wiranto sehari sebelumnya di Wamena dinilai cukup menguras tenaga.

" Sebagai orang yang menjunjung tinggi komitmen ia tetap meluangkan waktu menghadiri undangan pengurus Universitas Mathla'ul Anwar," kata Agus kepada Liputan6.com, Jumat 11 Oktober 2019.

Agus bahkan menyebut, Sekretaris Pribadi Wiranto sempat mengusulkan agar undangan diwakilkan saja. Tetapi, kunjungan itu justru membawa musibah. Wiranto mengalami penusukan.

Walau begitu, Agus yakin Wiranto tetap tegar dan terus memberi yang terbaik untuk negara.

" Totalitas Wiranto tetap stabil, fokus bekerja memberikan yang terbaik sebagai wujud pengabdiannya bagi negeri ini," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro

2 dari 5 halaman

Kata Wiranto Saat Dijenguk Jokowi: Saya Ingin Pulang

Dream - Jokowi kembali menjenguk Wiranto di RSPAD. Presiden bernama langkap Joko Widodo ini sempat berkomunikasi dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, yang dirawat setelah mengalami penusukan tersebut.

" Semakin baik, tadi bisa berkomunikasi sudah berbicara dengan saya tadi, 'Pak saya ingin segera pulang ikut ratas (rapat terbatas) lagi'. Artinya kondisinya sudah semakin baik," ujar Jokowi usai menjenguk Wiranto, Jumat 11 Oktober 2019.

Jokowi berharap, Wiranto segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala. " Kita berdoa bersama agar beliau segera diberikan pemulihan, kesembuhan secepat-cepatnya," kata dia.

Setelah insiden penusukan di Menes, Pandeglang, Banten, Jokowi memerintahkan Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, untuk meningkatkan pengamanan kepada para pejabat. Jokowi tak ingin peristiwa yang dialami Wiranto menimpa pejabat lainnya.

" Kemarin langsung saya sudah perintahkan juga kepada Kapolri, untuk pejabat-pejabat agar diberikan penambahan pengamanan," ucap mantan Walikota Solo itu.

3 dari 5 halaman

Wiranto Sudah Bisa Diajak Bicara

Dream - Dewan Pertimbangan Presiden, Agum Gumelar, mengatakan bahwa kondisi Wiranto berangsur membaik. Agum membesuk Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan itu di RSPAD Gatot Soebroto, Jumat 11 Oktober 2019.

" Membaik, saya komunikasi dengan beliau pelan, bicaranya jelas kok, ya minta doa restu lah, pasti itu begitu ya, dan saya lihat kondisi akan membaik," ujar Agum.

Dia merasa prihatin dengan peristiwa yang menimpa mantan Panglima ABRI tersebut. Agum juga menyerahkan sepenuhnya kasus penusukan ini kepada polisi untuk mengungkap jaringan pelaku. " Ini bagian dari teror, tidak mungkin ini berdiri sendiri," kata dia.

Dengan peristiwa ini, kata dia, Badan Intelijen Negera (BIN) harus bekerja lebih ekstra lagi dalam mengantisipasi ancaman teror. " Ini kuncinya intelijen, intelijen bisa menjadi dasar bagi kita untuk mencegah teror itu terjadi," ucap Agum.

4 dari 5 halaman

Doa Semua Pihak

Sebelumnya, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengabarkan kondisi Wiranto yang sudah membaik pascaoperasi.

" Saya baru menjenguk Pak Wiranto di RSPAD. Alhamdulillah proses operasi berjalan lancar, dan kini beliau berada dalam penanganan tim dokter yang terus menanganinya secara intensif," kata Lukman, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 10 Oktober 2019.

" Kita doakan agar beliau tetap sabar, tegar, dan kuat menghadapi cobaan ini, dan bisa segera pulih kembali kesehatannya," kata dia.

Lukman mengajak pimpinan dan tokoh agama, serta umat beragama untuk ikut mendoakan agar para penyelenggara negara. Termasuk para ASN dan setiap orang yang berjuang dan berbakti mengabdi kepada negara dan tanah airnya terus dilindungi dan dijaga keselamatan dan kesehatannya oleh Tuhan Yang Maha Esa.

" Mudah-mudahan bangsa ini mampu lolos dari berbagai cobaan dan ujian yg saat ini sedang dihadapi. Saya telah minta para jajaran Kemenag untuk menyebarluaskan ajakan permohonan doa ini," ucap dia.

5 dari 5 halaman

Jejak Penusuk Wiranto: Kediri - Bogor - Pandeglang

Dream - Kepala Badan Intelijen Negera (BIN), Budi Gunawan memastikan, pelaku penyerangan Menko Polhukam, Wiranto merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.

" Ini sudah pasti dari kelompok jaringan JAD, khususnya jaringan JAD Bekasi," ujar Budi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Oktober 2019.

Mantan Wakapolri itu menyebut, pelaku bernama Abu Rara ini perilakunya sudah dipantau BIN selama tiga bulan terakhir.

" Kami sudah pantau khusus pelaku ini tiga bulan yang lalu. Pindah dari Kediri ke Bogor, kemudian dari Bogor pindah ke Menes, karena cerai dengan istri pertama," ucap dia.

Di Menes, Pandeglang, kata Budi, pelaku kemudian menikah lagi. Di daerah ini pelaku menyerang Wiranto menggunakan pisau.

" Kita sudah deteksi menjelang pelantikam memang sda rencana-rencana seperti itu dari JAD, sehingga harus kita dengar dan waspada," kata dia. (ism)

Beri Komentar