Jangan Bungkus Daging Kurban Pakai Plastik

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 2 Agustus 2019 13:05
Jangan Bungkus Daging Kurban Pakai Plastik
Pakai daun pisang, amis bisa hilang?

Dream - Direktur Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muhammadiyah Amin, mengimbau masyarakat tak menggunakan plastik sebagai pembungkus daging kurban.

" Saya kira lebih bagus, kalau perlu pakai daun," ujar Amin di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis 1 Agustus 2019.

Amin mencontohkan daun pisang. Menurut dia daun pisang bisa menyerap bau amis daging. " Itu lebih bagus, pakai daun pisang, amisnya bisa hilang."

" Intinya jangan pakai plastik lagi. Karena plastik berapa tahun baru bisa hancur," ucap dia.

Amin juga akan menyampaikan imbauan ini kepada pengurus Masjid Istiqlal. Dia berharap Masjid Istiqlal tak lagi menggunakan plastik untuk mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat.

" Saya akan menyampaikan ke Istiqlal mitra Kementerian Agama tidak lagi menggunakan plastik," kata dia.

1 dari 6 halaman

Idul Adha Jatuh Pada 11 Agustus 2019

Dream - Sidang isbat yang digelar Kementerian Agama menetapkan bahwa 1 Zulhijjah 1440 Hijriyah jatuh pada Jumat 2 Agustus 2019. Dengan demikian, Idul Adha tahun ini dilaksanakan pada Minggu 11 Agustus 2019.

Direktur Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, mengatakan, penetapan itu dilakukan berdasarkan terlihatnya hilal di atas ufuk setinggi dua derajat empat menit hingga tiga derajat 27 menit.

" Kami memutuskan bahwa 1 Zulhijjah 1440 Hijriah jauh pada Jumat, 2 Agustus 2019," ujar Amin di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis 1 Agustus 2019.

Selain itu, Kemenag juga melakukan pemantauan hilal secara langsung di 93 titik. Dari 93 titik itu, ada sepuluh titik yang melihat hilal secara langsung.

Dengan ditetapkannya 1 Zulhijjah 1440 Hijriah pada Jumat, 2 Agustus 2019, Hari Raya Idul Adha pada 10 Zulhijjah 1440 Hijiriah akan jatuh pada 11 Agustus 2019.

" Bahwa 10 Zulhijjah jatuh pada Ahad, 11 Agustus 2019," kata dia.

Laporan: Vika Novianti

2 dari 6 halaman

Anie Baswedan Resmi Larang Pembagian Daging Kurban Pakai Plastik

Dream - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengimbau warganya tak menggunakan plastik sekali pakai untuk mendistribusikan daging kurban. Larangan ini ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melalui seruan gubernur.

" Saya menandatangani hari ini, bukan instruksi gubernur, tapi seruan gubernur kepada seluruh masyarakat terkait dengan penyelenggaraan Idul Adha untuk menggunakan pembungkus tidak dari plastik sekali pakai, tapi dari bahan bisa didaur ulang," kata Anies dilaporkan Liputan6.com, Jumat, 26 Juli 2019.

Selain plastik, Anies juga melarang penjualan hewan kurban di trotoar. Dia mengatakan, penataan ini bukan untuk melarang penjual hewan kurban berdagang.

" Diatur sehingga tidak mengganggu lalu lintas orang, kendaraan. Mereka tetap bisa berdagang di tempat yang mudah dijangkau. Pak Walkot yang tentukan," ucap dia.

Dalam seruannya, Anies juga mengatur soal limbah pemotongan hewan kurban. Pembuangan limbah pemotongan hewan kurban akan ditata dengan Dinas Ketahanan pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta.

" Jadi nanti sesuai pedoman," kata dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

3 dari 6 halaman

Anies Lanjutkan Kebijakan Ahok Soal Aturan Jual Hewan Kurban

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyiapkan aturan tentang pelaksanaan Idul Adha. Salah satunya mengatur penjualan hewan kurban.

" Nanti kita akan siapkan pengumuman lengkap saja. Mungkin dalam hari-hari ke depan tentang prosedur," kata Anies, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 25 Juli 2019.

Menurut Anies, selain aturan berjualan hewan kurban di trotoar, aturan juga menyasar pelatihan petugas hingga pengelolaan limbah.

Kepala Sub Bagian Fasilitas Kegiatan Masyarakat Biro Dikmental DKI Jakarta, Andika Jati Zohella, mengatakan, sementara ini Pemprov DKI yang mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 46 Tahun 2019 tentang pengendalian, penampungan, dan pemotongan hewan dalam rangka Idul Adha.

Andika mengatakan, dalam Ingub tersebut, Pemprov DKI akan berbagi tugas dengan sejumlah dinas terkait. Kerja sama itu untuk memantau dan memeriksa lokasi penampungan hewan kurban.

" Jadi ada yang mengatur, yang mengendalikan itu unsur-unsur wilayah," kata Andika.

4 dari 6 halaman

Kebijakan Ahok

Rencananya, Pemprov DKI Jakarta akan membuka dapur kurban untuk pelaksanaan Idul Adha. Meski demikian, Andika belum dapat menjelaskan konsep dapur tersebut.

Aturan mengenai lokasi berjualan hewan kurban pernah dicetuskan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 2014. Waktu itu Ahok meminta camat dan sekretaris daerah menyediakan lapangan bagi pedagang hewan kurban.

" Camat dan sekda telah sediakan lapangan untuk jual hewan kurban. Lalu kenapa mereka marah? Karena selama ini jalur hijau itu digunakan. Begitu kita sediakan lapangan untuk jualan kurban, rezekinya hilang," kata Ahok.

Ahok pun menilai isu seperti itu sengaja dimunculkan oleh sejumlah pihak yang merasa dirugikan.

" Lalu isu yang dikeluarkannya apa? Ahok melarang penjualan dan pemotongan hewan kurban. Nah inilah kalau kafir yang memimpin jadi begitu, katanya. Isu-isu ini gampang dimainkan oleh sekelompok orang yang rejekinya hilang," ujar Ahok.

5 dari 6 halaman

Sebentar Lagi Idul Adha, Lebih Baik Kurban atau Akikah Dulu?

Dream - Kurang dari sebulan, kita akan menyambut Hari Raya Idul Adha. Bersamaan dengan hari raya ini, terdapat anjuran untuk melaksanakan kurban.

Amalan setiap hari raya Kurban ini dihukumi sunah. Pelaksanaannya yaitu dengan menyembelih seekor kambing untuk satu orang atau seekor sapi untuk tujuh orang.

Syariat kurban dilaksanakan mulai tanggal 10 hingga 13 Zulhijah. Orang berkurban berhak atas sepertiga daging kurbannya dan sisanya dibagikan kepada orang lain.

Terdapat pemahaman di masyarakat yang mengutamakan akikah dengan kurban. Bahkan sampai ada anggapan kurban tidak akan sah jika akikah belum dilaksanakan.

Lantas, mana yang harus didahulukan antara kurban dan akikah jika waktu yang terdekat adalah Idul Adha?

 

6 dari 6 halaman

Perbedaan Kurban dengan Akikah

Dikutip dari NU Online, terdapat persamaan antara akikah dengan kurban. Dua amalan ibadah ini sama-sama berhukum sunah, dan sama-sama menyembelih hewan.

Perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaannya. Kurban dilaksanakan dalam waktu terbatas yaitu pada bulan Zulhijah saja, sedangkan akikah pada saat ada bayi lahir dan dianjurkan pada hari ketujuh.

Akikah merupakan hak seorang anak kepada atas orangtuanya. Sehingga, anjuran ibadah ini sangat ditekankan kepada orangtua bayi dengan kelapangan rizki untuk sekadar berbagi kebahagiaan.

Para ulama memberikan kelonggaran pelaksanaan akikah yaitu ketika bayi berusia tujuh hari hingga sudah akil baligh. Apabila tidak ada rezeki yang cukup, orangtua bisa menunda akikah hingga anaknya baligh.

Apabila sudah baligh namun orangtua belum juga mampu, maka sunah akikah dibebankan kepada anaknya. Si anak bisa melakukan akikah sendiri atau bisa meninggalkannya.

Sementara terkait mana yang lebih dulu dilaksanakan antara kurban dan akikah saat Idul Adha, maka yang didahulukan adalah kurban. Ini mengingat waktu pelaksanaan kurban yang terbatas.

Sementara jika ingin melaksanakan keduanya dalam satu waktu, Syeikh An Nawawi Al Bantani dalam kitab Tausyikh menjelaskan hal itu tidak bisa dilakukan. Dia mengutip pendapat dari Ibnu Hajar.

" Ibnu Hajar berkata, 'Seandainya ada seseorang menginginkan dengan satu kambing untuk kurban dan akikah, maka hal ini tidak cukup."

Berbeda dengan pandangan Imam Ar Ramli yang membolehkan dua niat dalam satu amalan menyembelih hewan yaitu niat kurban dan akikah. Konsekuensinya terletak pada pembagian dagingnya.

Daging kurban lebih baik dibagikan dalam bentuk belum diolah atau masih mentah. Sementara akikah dibagikan dalam kondisi siap santap.

Sumber: NU Online

Beri Komentar