Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Madrasah (mankunir.sch.id)
Saat ini siswa madrasah harus belajar 9 jam sehari selama enam hari.
Dream - Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan sistem full day school sulit diterapkan di lingkungan madrasah. Ini lantaran jam belajar di lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama itu sudah cukup padat.
"Sikap kami jelas, kami sangat memahami, menghargai dan mengapresiasi teman-teman di Kemendikbud. Hanya saja kami kesulitan mengadaptasi itu. Dalam konteks pendidikan Islam," kata Amin di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Agustus 2017.
Kesulitan yang dihadapi yaitu memampatkan waktu belajar efektif dari enam hari menjadi lima hari. Hingga saat ini saja, kata dia, siswa madrasah harus belajar sembilan jam per hari selama enam hari.
"Kalau dijadikan lima hari, berarti bisa sampai 10 hingga 11 jam sehari. Pulangnya bisa setelah Maghrib," ucap dia.
Saat ini, , Kemenag terus mengusahakan Perppu yang dibahas bukan lagi mengenai lima hari sekolah. Melainkan, perppu mengenai pendidikan karakter.
"Jadi kami usulkan begitu (tidak harus sistem belajar lima hari). Mata pelajaran kita kan lebih banyak daripada sekolah (umum)," kata dia. (ism)