Pelajar di Daerah PPKM Level 1-3 Boleh Sekolah Tatap Muka

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 12 Agustus 2021 06:12
Pelajar di Daerah PPKM Level 1-3 Boleh Sekolah Tatap Muka
Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka mengaku pada SKB Empat Menteri.

Dream - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi membolehkan pengelola sekolah di daerah dengan status PPKM Level 1-3 untuk menggelar pembelajaran tatap muka di masa perpanjangan PPKM Level 4. Namun sekolah online tetap diterapkan untuk daerah dengan status PPKM Level 4.

" Pelaksanaan PTM Terbatas di wilayah PPKM Level 1-3 harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta kesehatan dan keselamatan seluruh insan pendidikan dan keluarganya," ujar Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek, Hendarman.

Hendarman menyatakan PTM Terbatas di daerah PPKM Level 1-3 harus mengacu pada ketentuan dalam Surat Keputusan Bersama Mendikbudristek, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Di samping itu, pembelajaran di tengah pandemi berjalan dinamis menyesuaikan kondisi di masing-masing daerah. Tentunya dengan mempertimbangkan secara matang risiko kesehatan dan keselamatan.

" Orangtua atau wali pada wilayah PPKM Level 1-3 memiliki kewenangan penuh dalam memberikan izin kepada anaknya untuk memilih antara mengikuti PTM Terbatas atau PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh)," kata Hendarman.

1 dari 4 halaman

Sekolah Wajib Sediakan Opsi PTM Terbatas atau PJJ

Dia melanjutkan sekolah wajib menyediakan opsi antara PTM Terbatas serta PJJ. Tak hanya itu, sekolah dilarang melakukan diskriminasi kepada peserta didik yang memilih opsi PJJ.

" Kemendikbudristek mengajak seluruh elemen pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan untuk berkoordinasi erat memastikan dampak sosial negatif dari PJJ yang berkepanjangan dapat diminimalisir, dan PTM terbatas bagi satuan pendidikan di wilayah PPKM level 1-3 dapat berlangsung optimal dengan penerapan protokol kesehatan yang ekstra ketat," kata Hendarman.

SKB Empat Menteri memuat sejumlah ketentuan terkait PTM Terbatas. Seperti, jumlah peserta didik di jenjang SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK, MAK dan program kesetaraan dibatasi maksimal 50 persen atau maksimal 18 siswa di dalam kelas. Juga menerapkan jaga jarak 1,5 meter.

Kemudian, jumlah hari dan jam PTM dibatasi dengan mekanisme pembentukan rombongan belajar (shift) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. Penentuan shift dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan.

Selain itu, seluruh warga satuan pendidikan wajib menerapkan perilaku memakai masker kain tiga lapis atau masker sekali pakai yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu. Kemudian rutin cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik, dikutip dari Kemdikbud.

2 dari 4 halaman

Nadiem Tambah Rp2,3 Triliun Lanjutkan Bantuan Kuota Internet untuk Pendidikan

Dream - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menambah anggaran Rp2,3 triliun untuk bantuan Covid-19 di sektor pendidikan. Bantuan ini diwujudkan dalam bentuk data internet.

" Untuk memastikan pendidikan berkualitas dapat terus terlaksana di masa pandemi ini, Kemendikbudristek akan menyalurkan tambahan Rp2,3 triliun untuk lanjutan bantuan kuota data internet bagi 26,8 juta siswa, mahasiswa, guru, dan dosen pada bulan September, Oktober, dan November 2021," ujar Nadiem.

Lanjutan program bantuan kuota data akan diterima peserta didik PAUD sebesar 7 GB per bulan, jenjang pendidikan dasar dan menengah sebesar 10 GB per bulan. Untuk pendidik PAUD dan jenjang dasar hingga menengah mendapatkan kuota 12 GB per bulan, sedangkan mahasiswa dan dosen akan menerima kuota sebesar 15 GB per bulan.

Bantuan yang diberikan merupakan kuota umum yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi yang tidak diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika. Juga yang tercantum pada situs resmi bantuan kuota data internet Kemendikbudristek di https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id.

3 dari 4 halaman

Satuan Pendidikan Diminta Mutakhirkan Data Penerima

Untuk penyalurannya, Nadiem meminta satuan pendidikan sesegera mungkin melakukan pemutakhiran data siswa, mahasiswa, guru, dan dosen. Termasuk pula nomor ponsel pada sistem data pendidikan dan pangkalan data pendidikan tinggi.

Kemudian, mengunggah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak pada laman http://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id untuk PAUD, jenjang pendidikan dasar dan menengah atau http://kuotadikti.kemdikbud.go.id untuk jenjang pendidikan tinggi.

" Mohon diupayakan tuntas selambat-lambatnya tanggal 31 Agustus 2021," kata Nadiem.

Bantuan ini akan disalurkan pada 11-15 September, 11-15 Oktober, dan 11-15 November 2021. Masa berlaku paket yaitu 30 hari sejak diterima.

4 dari 4 halaman

Lanjutan Bantuan UKT

Selain itu, Nadiem juga memberikan bantuan lanjutan Uang Kuliah Tunggal. Untuk bantuan ini, dana yang dialokasikan sebesar Rp745 miliar bagi mahasiswa terdampak Covid-19.

Besaran dana yang diterima tiap mahasiswa yaitu Rp2,4 juta per orang. Jika UKT lebih besar, kekurangannya diserahkan kepada pengelola perguruan tinggi.

" Bantuan UKT menyasar kepada mahasiswa yang aktif kuliah, bukan penerima KIP Kuliah atau Bidikmisi, serta kondisi keuangannya memerlukan bantuan UKT pada semester ganjil 2021," kata Nadiem.

Bagi mahasiswa yang memerlukan bantuan UKT, dapat mendaftarkan diri ke pimpinan perguruan tinggi. Pimpinan perguruan tinggi akan mengajukan sebagai penerima bantuan ke Kemendikbudristek.

Nantinya, bantuan UKT akan disalurkan Kemendikbudristek langsung ke perguruan tinggi masing-masing, dikutip dari Kemdikbud.go.id.

Beri Komentar