Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

2 Bulan Disandera Abu Sayyaf, Menlu Desak Filipina Bantu Bebaskan 3 Nelayan RI

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 27 November 2019 17:00
2 Bulan Disandera Abu Sayyaf, Menlu Desak Filipina Bantu Bebaskan 3 Nelayan RI
Menlu Retno berharap pemerintah Filipina mengintensifkan upaya pembebasan.

Dream - Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi mengatakan, Pemerintah Indonesia saat ini masih terus berupaya untuk membebaskan tiga nelayan WNI yang ditahan kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Retno mengatakan, Indonesia sudah menyampaikan masalah tersebut ke pemerintah Filipina saat KTT Asean-Republic of Korea (RoK) di Busan, Korea Selatan.

" Kemarin saya pada saat KTT Asean RoK di Busan, saya bertemu dengan Menteri Pertahanan Filipina, kemudian Presiden (Jokowi) melakukan pembicaraan dengan Presiden Filipina Duterte," ujar Retno di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu, 27 November 2019.

Retno berharap pemerintah Filipina mampu menyelamatkan nasib tiga nelayan WNI yang saat ini masih disandera kelompok Abu Sayyaf.

" Mengingatkan kembali masih ada tiga WNI yang mnjadi korban penculikan dan kita memohon meminta bantuan otoritas Filipina, untuk dapat mengintensifkan upaya membebaskan tiga WNI dengan selamat dan ini direspon dengan baik oleh mereka," kata dia.

1 dari 6 halaman

Ada Permintaan Tebusan?

tiga nelayan wni ditawan abu sayyaf. ©Youtube

tiga nelayan wni ditawan abu sayyaf. ©Youtube

Kelompok Abu Sayyaf menangkap tiga nelayan WNI ketika melintas di perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia, perbatasan Filipina pada 23 September 2019. Mereka yang diculik yaitu, Samiun Maniu, 27, Maharudin Lunani, 48 tahun, dan Muhammas Farhan, 27 tahun.

Salah satu keluarga dari tiga nelayan Indonesia yang diculik di perairan Tambisan, Malaysia dimintai uang tebusan oleh kelompok militan yang menculik mereka.

Komisioner polisi Negara Bagian Sabah Malaysia, Omar Mammah mengatakan mereka mendapat laporan dari sejawat di Filipina, penculik menghubungi salah satu keluarga nelayan itu beberapa hari setelah penculikan itu terjadi pada 23 September lalu.

Meski demikian, kabar permintaan tebusan itu dibantah militer Filipina. " Tidak ada laporan atau informasi dari lapangan yang membenarkan laporan soal tebusan. Bahkan belum bisa dipastikan Abu Sayyaf yang menculik mereka," kata Mayor Arvin John Encinas, juru bicara Komando Mindanao Selatan, Oktober 2019.

2 dari 6 halaman

Ngeri! Pria Ngamuk dan Sandera Gadis 12 Tahun di Masjid

Dream - Entah apa yang merasuki pikiran Wahyuddin, 35 tahun. Pria asal Kabupaten Mamuju tersebut mengamuk di dalam masjid dan melukai gadis berusia 12 tahun, berinisial SA.

Menurut laman Lintas Terkini, Wahyuddin mengamuk di area Masjid Muhajirin, Kabupaten Pinrang, Sumatera Selatan, Sabtu 16 November 2019 pukul 07.00 Wita.

Wahyuddin melukai SA dengan tikaman pisau. Sebelum peristiwa penikaman itu, Wahyuddin menyandera SA.

Pelaku memegang pisau itu menikam SA di bagian dada. Akibat peristiwa itu, warga di sekitar lokasi segera bergerak meringkus Wahyuddin.

Kapolsek Paleteang Pinrang, Ipda Mauldi Waspadani, mengatakan, kini Wahyuddin telah diamankan di Mapolres Pinrang. " Adapun untuk proses hukum selanjutnya, ditangani Unit PPA SatReskrim Polres Pinrang," kata Mauldi.

Sementara itu, kondisi SA sudah relatif stabil. Dia saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Lasinrang. Luka di bagian dada SA sudah diperban. Selain luka di dada, luka kecil juga terdapat di sekitar hidung.

Sumber: Lintasterkini.com

3 dari 6 halaman

MUI Yakin Wanita Pembawa Anjing ke Masjid Tidak Waras

Dream - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Yunahar Ilyas, yakin bahwa SM, wanita yang masuk ke Masjid Al Munawaroh, Sentul, Bogor, Jawa Barat, menggunakan sepatu dan membawa anjing, dalam keadaan tidak waras.

" Yang jelas MUI tidak yakin itu dilakukan oleh orang yang waras dan sadar," Yunahar di Gedung MUI, Jakarta, Selasa 2 Juli 2019.

Menurut Yunahar, orang berakal sehat akan mengetahui standar atau batasan untuk masuk ke rumah ibadah agama tertentu. Meski pelakunya bukan pemeluk agama tersebut.

" Karena tidak masuk akal dilakukan di negara mayoritas Muslim oleh agama minoritas, itu rasanya enggak masuk akal," ucap dia.

MUI mengimbau masyarakat untuk menyerahkan dan mempercayakan sepenuhnya kasus ini kepada aparat kepolisian. " Dalam hal ini, MUI menyerahkan sepenuhnya masalah ini ke kepolisian," kata dia.

Polres Bogor saat ini telah menetapkan SM sebagai tersangka. Akibat perbuatannya, SM dijerat pasal penodaan agama.

4 dari 6 halaman

Komentar Adem Deddy Corbuzier Soal Wanita Bawa Anjing ke Masjid

Dream - Deddy Corbuzier mengaku kaget saat pertama kali melihat video seorang wanita membawa anjing ke dalam masjid menggunakan sepatu.

" Gue kaget sekaget-kagetnya melihat itu video sampai ini apa-apaan seperti itu. Ini kacau," kata Deddy Corbuzier dikutip Dream, Selasa 2 Juli 2019.

Deddy sangat menyayangkan aksi ibu tersebut membawa anjing ke masjid dengan berteriak bawa nama agama Katolik. Menurut Deddy, agama Katolik tidak pernah mengajarkan hal yang dilakukan ibu tersebut.

" Saya menyayangkan perilaku ibu ini karena membawa-bawa nama agama. Ngapain anda teriak-teriak saya katolik, ngapain. Anda mau agama Islam, Katolik, Hindu bawa anjing masuk ke masjid itu salah," ucapnya.

5 dari 6 halaman

Tidak Membenarkan

Sebagai bekas penganut agama Katolik, Deddy menegaskan tak ada ajaran apapun dalam agama itu yang mengajarkan umatnya untuk membawa anjing saat tengah mendatangi masjid. 

" Setahu saya di ajaran katolik tidak ada ajaran masuk masjid bawa anjing pakai sepatu tidak ada sama sekali," kata Deddy.

Bahkan seandainya belum menjadi seorang muslim, Deddy memastikan dia mengetahui bagaimana orang Islam menjadi kesucian masjid. Dia juga mengerti jika jilatan anjing adalah najis bagi seorang muslim.

" Tidak mungkin dia tidak tahu, tidak masuk akal,' imbuhnya.

6 dari 6 halaman

Tidak Menyalahkan Agama

Meski begitu, ayah satu anak itu menyarankan masyarakat untuk tidak menyalahkan agama katolik yang dianut oleh ibu tersebut.

" Jangan salahkan agamanya. Ini oknumnya yang salah, ini orangnya yang salah. Saya usia 40 tahun lebih dan baru menjadi muslim dan sebelum muslim saya katolik dan tidak pernah kepikiran bawa anjing masuk ke dalam masjid. Itu perilaku bodoh," kata Deddy.

Tapi kata Deddy, dia lebih menyarankan ibu tersebut dibawa ke Psikolog. Sebab menurut dia, orang yang melakukan tindakan seperti itu hanya orang-orang yang memiliki ganguan kejiwaan.

" Kok menurut saya tidak cocok kalau kasus ini dibawa ke polisi. Bukan mengatakan tidak boleh ya, tapi begini ya apa tidak sebaiknya ibu itu dibawa ke psikolog karena kayaknya yang melakukan hal seperti itu hanya orang-orang dengan gangguan jiwa menurut saya pribadi. Itu adalah pendapat pribadi saya," tuturnya.

Beri Komentar