Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Mengenal Musisi Hip-Hop Arab Saudi

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 23 Januari 2018 07:01
Mengenal Musisi Hip-Hop Arab Saudi
Terbentur pada kata-kata yang `tak senonoh` di masyarakat.

Dream - Musik hip-Hop di Arab Saudi mengalami perkembangan cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Para musisi Hip-hop mulai berani membuktikan diri di hadapan khayalak Saudi yang kebanyakan konservatif.

Dari Maroko hingga Sudan, dari Palestina hingga Suriah mendengar capaian mereka. Melalui kanal video Youtube, para musisi hip-hop di Arab Saudi mendapat momentum menyebarkan pengaruh karya mereka ke dunia.

Tetapi, ada perbedaan karakter antaran musisi Hip-hop Saudi dengan Barat. Mereka lebih memilih lirik bertema perang, cinta, dan ketidaksetaraan serta rap yang menghibur.

Lalu, bagaimana dengan pilihan kata dalam liriknya? Apakah hip-hop khas Saudi juga menggunakan kata-kata vulgar?

Itulah pertanyaan yang muncul pada grup musik hip-hop Saudi, Big Hass.

Kepada Arab News, pendiri Majalah daring Re-Volt dan pembawa acara radio Laish Hip-hop, MC, menjelaskan mengenai komposisi lirik pada musik hip-hop Saudi.

" Budaya kita tidak akan membiarkan kata-kata kotor dalam musik yang kita dengarkan. Kami akan mematikannya. Itu tidak meringkas Arab hip-hop, itu kekuatan kata yang membuatnya penting. Kata-kata vulgar bukan untuk kita gunakan dan, sejujurnya, kita belum berjuang untuk menggunakannya," kata Big Hass.

Para musisi yang tergabung dalam Big Hass yaitu Klash, Slow Moe, Moe Flow, Majeed dan Qusai berjuang untuk mengenalkan musik ini ke khalayak umum di Saudi. Grup musik ini adalah influencer bagi mereka yang berusaha mengikuti jalan itu.

Meski begitu, kontroversi seputar mereka kerap muncul. Ini karena beberapa orang memilih lirik yang eksplisit dan vulgar.

" Jika kamu cukup pintar, kamu akan mendengarkan dengan saksama liriknya," kata Yousef Ammar A, seorang mahasiswa Arab yang kini berkuliah di University of Miami, Amerika Serikat.

" Saya mendengarkan artis Amerika dan Saudi dan saya adalah penggemar hip-hop. Saya adalah penggemar banyak seniman itu," ucap Yousef.

" Tapi saya melihat bahwa teman-teman saya menggunakan kata-kata vulgar lebih sering setiap kali saya pergi ke Saudi. Saya tidak begitu mengerti mengapa mereka melakukannya. Mungkin kedengarannya keren, tapi sebenarnya tidak," ujar Yousef.

Pernah dalam pertunjukkan untuk beberapa waktu, Big Hass melihat banyaknya musisi hip-hop yang meng" copy-paste" gaya hip-hop tanpa memahami esensi sejati dari kata tersebut. Dia mengatakan kata-kata vulgar kerap merendahkan dan harus dihapus dari penggunaan umum.

" Ini tugas kita sebagai penulis, blogger, host radio, wartawan untuk menunjukkan hal itu," kata Big Hass.

" Penggunaan kata-kata kotor dan kata 'n' misalnya, tidak diperbolehkan di masyarakat kita."

Beri Komentar