Kerugian Terlambat Menyadari Nikmat Allah

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 9 September 2017 18:02
Kerugian Terlambat Menyadari Nikmat Allah
Bersyukur tatkala mendapatkan nikmat adalah cara terbaik.

Dream - Allah SWT selalu memberikan kenikmatan hidup kepada setiap manusia. Nikmat tersebut menimbulkan dua perilaku, bersyukur saat menerima atau baru menyadari setelah nikmat telah hilang.

Terkait fenomena ini, ada baiknya menyimak pesan Ibnu Athaillah RA yang ditulis dalam kitabnya, Al Hikam.

" Orang yang tidak menyadari kadar karunia Allah saat sedang menikmatinya, maka ia akan menyadarinya ketika karunia itu sudah raib."

Ahmad Zyaruq memberikan penjelasan lebih rinci dalam kitab Syarhul Hikam.

" Karena itu ada ulama mengatakan bahwa nikmat-nikmat Allah itu tidak disadari. Semua itu bisa disadari ketika sudah raib. Ada ulama mengatakan, anak durhaka yang 'senang atau kebiasaan’ ditegur dan diomeli orangtua akan menyadari kadar nikmat kehadiran orangtua di hari kematian bapaknya. Ada lagi ulama mengatakan, orang yang menyadari kadar nikmat air adalah mereka yang kehausan di pedalaman Arab tandus, bukan orang yang ada di tepi sungai atau di lembah dengan aliran-aliran air."

Bersyukur tatkala mendapatkan nikmat adalah cara terbaik. Tetapi, hal ini bukan lantas menyebut mereka yang tidak segera menyadari nikmat yang diterima dari Allah SWT berarti tidak bersyukur.

Tentu ada perbedaan antara orang yang sadar di awal dengan mereka yang bersyukur belakangan. Hal ini dijelaskan oleh Syekh Burhanuddin As Syazili Al Hanafi dalam kitab Ihkamul Hikam fi Syarhil Hikam Al Atha'iyyah.

" Nikmat Allah itu kadang disadari oleh mereka yang menghayatinya ketika nikmat itu sendiri masih di genggaman. Tetapi nikmat itu kadang disadari oleh mereka yang mengabaikannya ketika nikmat itu sendiri telah raib. Kesadaran mereka yang menghayatinya adalah bentuk syukur yang menuntut kelanggengan dan penambahan nikmat. Sementara kesadaran mereka yang mengabaikannya karena telah raib juga merupakan bentuk syukur yang menuntut kembali kehadiran nikmat tersebut."

Selengkapnya...

Beri Komentar