Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Ilustrasi Ayah Dan Anak (nu.or.id)
Dream - Hari Raya Id terkadang identik dengan kemewahan. Bukan untuk riya, umat Islam memang dianjurkan untuk tampil menawan ketika hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha.
Tetapi, kisah putra Khalifah Umar bin Abdul Aziz, khalifah yang dikenal karena sifat zuhudnya, mungkin bisa menjadi cermin. Meski anak penguasa, putra khalifah sama sekali tidak hidup secara bermewah-mewahan.
Kisah ini termaktub dalam kitab Hasyiyatus Syarqawi karya Syekh Abdullah bin Hijazi As Syarqawi.
Suatu pagi di hari Id, Khalifah Umar keluar istana tanpa pengawalan keluar masuk kampung. Dia ingin melihat kebahagiaan rakyatnya merayakan hari Id.
Saat berjalan, tiba-tiba Khalifah Umar dibuat kaget melihat sosok anak kecil berusia belum genap 10 tahun berpakaian lusuh. Ternyata anak kecil itu adalah putranya sendiri.
Melihat anaknya berpakaian sangat lusuh, Khalifah Umar merasa tidak tega sampai menitikkan air mata. Dia lalu mendekati anaknya dan saat sudah dekat, air matanya semakin kencang berderai.
" Mengapa ayah menangis?" tanya si anak.
" Anakku, bapak khawatir kamu akan patah hati dan langit-langit di hatimu runtuh ketika anak-anak kecil lain menyaksikanmu dengan pakaian lusuh dan kumal di hari Id ini," kata Khalifah Umar.
Tetapi, anak itu justru memberikan jawaban sungguh luar biasa.
" Wahai Amirul Mukminin, tuan tidak perlu khawatir. Orang yang patah hati adalah mereka yang diluputkan Allah dari ridha-Nya atau mereka yang mendurhakai ibu dan bapaknya. Dan aku berharap Allah meridhaiku berkat ridhamu, wahai ayahku," kata anak itu.
Jawaban itu membuat tangis Amirul Mukminin semakin menjadi. Tetapi, kesedihan itu berubah menjadi keharuan.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha